Berita

ilustrasi/net

Olahraga

Kronologi Rusuh Versi PS TNI, Ada Teriakan "Aparat Keparat"

PS TNI Tetap Minta Maaf
SENIN, 23 MEI 2016 | 12:41 WIB | LAPORAN:

Bentrokan antar suporter sepakbola tanah air kembali terjadi. Kali ini melibatkan suporter Persegres Gresik United dan PS TNI ketika berlangsung pertandingan kedua kesebelasan di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu sore (22/5).

Banyak versi yang beredar terkait itu. Misalnya, kericuhan terjadi karena suporter PS TNI sebagai tim tamu tidak terima spanduk mereka harus dipindah dari sektor utara. Dan, secara tiba-tiba suporter PS TNI menyerbu Ultras Gresik yang ditempatkan di sisi timur. Kericuhan pun terjadi sampai merengsek ke dalam lapangan hijau.

Namun, ada versi lain dari manajemen klub dan perwakilan suporter PS TNI. Mereka menyebut awal bentrokan terjadi lantaran aksi provokatif sekelompok suporter Persegres yang bernyanyi dan meneriakkan yel-yel, seperti "PS TNI Jancok, Aparat Keparat", dan pelemparan batu dari salah satu suporter Persegres GU yang berada di pinggir lapangan. Kejadian tersebut memicu suporter PS TNI turun ke lapangan.


Namun begitu, pihak suporter PS TNI menyatakan meminta maaf kepada suporter Persegres GU atas insiden tersebut.

"Kami mewakili suporter PS TNI memohon maaf sebesar-besarnya kepada suporter Persegres GU atas insiden kemarin. Tindakan yang kami lakukan selaku perwakilan manajemen Klub adalah memberikan edukasi kepada suporter PS TNI agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari," ujar media officer PS TNI, Djoko Purwoko, dalam keterangan persnya, Senin (23/5).

Menurur Djoko, suporter PS TNI bereaksi atas tindakan suporter Persegres GU. Merujuk pada regulasi Bab XI Disiplin Pasal 55, suporter Tim Tuan Rumah dapat dikategorikan melanggar disiplin karena meneriakkan yel-yel berbau rasis dan penghinaan terhadap tim tamu.

Djoko membeberkan, peringatan agar sektor 5 Stadion Petrokimia steril dan harus ada barikade jarak antar suporter sudah disampaikan oleh Kabag Ops Polres Gresik dan disepakati oleh perwakilan suporter serta Panpel Gresik pada saat Rakor di Polres Gresik, hari Jumat lalu. Tapi oknum suporter Gresik memaksa ingin menempati Sektor 5 itu.

"Kami dari manajemen PS TNI menyerahkan sepenuhnya kepada Komdis PT. GTS terkait insiden kemarin, karena dihadiri oleh Match Commissioner dari PT. GTS yang menyaksikan langsung kejadian, sesuai Bab XI Disiplin pasal 57 tentang Tindak Kekerasan dan Indispliner Tim Tuan Rumah. Kami harapkan Komdis bisa adil dalam menyikapi insiden kemarin sesuai regulasi dan kode disiplin PT. GTS," demikian Djoko. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya