Berita

Lemkapi: Kaji Syarat Nilai UN Masuk Akpol

JUMAT, 13 MEI 2016 | 19:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menuturkan pimpinan Polri dapat mengkaji salah satu persyaratan seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol) terkait rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) 2016 yang mengalami penurunan sebesar 6,51 dibanding 2015.

"Kapolri bisa mempertimbangkan untuk menurunkan syarat nilai masuk Akpol terutama lulusan 2016 karena terjadi penurunan rata-rata nilai UN pada 2016," kata Edi di Jakarta, Jumat (13/5).

Namun, mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu meyakini Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan syarat masuk Akpol terkait hasil UN SMA/SMK 2016.

"Tentunya Kapolri akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk melihat antusias masyarakat masuk Akpol," ujar Edi.

Edi menambahkan jumlah peserta yang masuk Akpol setiap tahun mencapai puluhan ribu orang dengan kuota sekitar 300 orang di seluruh Indonesia.

Pada 2015, syarat rata-rata nilai seleksi Akpol menurun dibandingkan 2011, 2012, 2013 dan 2014 untuk seluruh jurusan yakni IPA dan IPS sebesar 65,0.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Budaya Anies Baswedan menyatakan rata-rata nilai UN SMA negeri dan swasta secara nasional pada 2016 menurun dibanding 2015 sebesar 6,51 poin atau 61,29 menjadi 54,78.

Rata-rata nilai UN SMK negeri dan secara nasional juga merosot dari 4,45 poin atau dari 62,11 menjadi 57,66.

Anies menuturkan penurunan poin rata-rata nilai UN SMA/SMK 2016 itu menunjukkan peningkatan kejujuran pelajar dan menghasilkan indeks integritas prestasi.

Kemendikbud mencatat 2,2 juta pelajar SMA/SMK mengikuti UN yang berbasis kertas dan pensil, serta 765.542 pelajar menjalankan UN berbasis komputer pada 2016.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya