Berita

kh. zainuddin mz/net

Teguh: Hadiri Haul KH Zainuddin MZ Bukan Untuk Minta Restu

RABU, 11 MEI 2016 | 01:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tak terasa sudah hampir lima tahun ulama kondang KH. Zainuddin MZ yang dikenal sebagai dai sejuta umat meninggal dunia.

Peringatan haul kelima mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) itu diselenggarakan di kediamannya, Jalan Gandaria Gang H. Aom, Jakarta Selatan, Senin malam (9/5). Ratusan warga berbaur di depan kediaman KH. Zainuddin MZ, duduk rapi di bawah tenda hingga memenuhi anak tangga masjid di depan rumah.

Wartawan senior dan dosen UIN Syarif Hidayatullah, Teguh Santosa, juga terlihat hadir di tengah warga.


Mengenakan baju koko berwarna putih dan peci hitam, Teguh tiba di kediaman keluarga Zainuddin MZ pada pukul 20.00 WIB. Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu disambut salah seorang putra Zainuddin MZ, Syauqi MZ.

Di dalam rumah, Teguh diperkenalkan kepada istri Zainuddin MZ, Hj. Siti Kholilah, dan putra sulung Zainuddin MZ, Fikri Haikal MZ.

Setelah santap malam di dalam rumah, Teguh bergabung dengan para ulama dan tamu lainnya berkumpul di halaman depan kediaman keluarga Zainuddin. Teguh duduk di sayap kanan, bersama dua putra Zainuddin MZ, Syauqi MZ dan Lutfi MZ.

Usai menghadiri haul Zainuddin MZ, kepada wartawan yang menanyainya di mulut Jalan Gandaria, Teguh mengatakan kedatangannya adalah untuk mengenang ketokohan dan peranan Zainuddin MZ lewat jalan dakwah, dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pencalonan dirinya dalam pemilihan gubernur Jakarta.

Dalam pertemuan dengan keluarga Zainuddin MZ pun sama sekali tidak ada disebut-sebut soal pemilihan gubernur DKI Jakarta. Kepada anak-anak Zainuddin MZ, Teguh memperkenalkan diri sebagai pengagum ceramah-ceramah Zainuddin MZ selain sebagai wartawan dan dosen di UIN Syarif Hidayatullah yang juga almamater Zainuddin MZ.

"Saya datang sebagai seseorang yang merasa ikut dibesarkan oleh ceramah-ceramah almarhum KH Zainuddin MZ yang sangat membumi dan mendidik," ujar Teguh.

Teguh bercerita, saat masih kecil di Medan, dia selalu menunggu saat di antara shalat ashar dan shalat maghrib. Di saat itulah masjid di dekat rumahnya memutar kaset ceramah Zainuddin MZ.

"Ini menjadi semacam ritual yang mengiringi masa kecil saya," kata dia lagi.

Teguh berharap agar kehadirannya ke haul Zainuddin MZ tidak digoreng ke arah politik menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta.

"Haul adalah untuk mengenang jasa-jasa baik mereka yang telah mendahului kita. Haul bukan kegiatan politik, dan tidak pantas untuk dipolitisir," demikian Teguh.

Zainuddin MZ lahir di Jakarta pada 2 Maret 1952. Dia menyelesaikan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah, dan mendapatkan Doctor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Putra tunggal dari perkawinan Turmudzi dan Zainabun ini aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebelum mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR) pada tahun 2002. Zainuddin meninggal dunia pada 5 Juli 2011 akibat tekanan darah tinggi dan jantung.  [dem]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya