Berita

Bisnis

PT Arita Prima Indonesia Patok Pertumbuhan Signifikan

SELASA, 10 MEI 2016 | 22:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seiring diversifikasi produk dan penambahan jaringan distribusi, PT Arita Prima Indonesia Tbk. optimistis membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan di 2016.

Direktur Utama Arita Prima Indonesia Low Yew Lean mengatakan untuk penjualan pihaknya tahun ini membidik capaian hingga Rp 290 miliar. Adapun untuk laba bersih emiten bersandi saham APII itu menargetkan Rp 35 miliar.

"Kami melakukan diversifikasi produk dan memperluas jaringan, selain itu kebijakan pemerintah terhadap sektor industri dan infrastruktur meningkatkan permintaan produk kami. Itu membuat kami optimistis," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantornya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/5).

Target penjualan yang disasar pada 2016 bertumbuh sekitar 43% jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun lalu sebesar Rp 202,11 miliar. Adapun laba bersih yang dibidik mencapai dua kali lipat dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 16,53 miliar.

Emiten yang bergerak di bidang bisnis distributor Valve, instrumentasi, control system dan safety equipment tersebut tahun ini memang gencar memasarkan produk baru. Dia menyebut saat ini perseroan memiliki 10 divisi penjualan. Masing-masing divisi tersebut dibentuk untuk menyasar pasar yang  berbeda seperti divisi industri sawit, minyak dan gas, perkapalan, serta infrastruktur.

Pada setiap divisi, perseroan melakukan diversifikasi produk sesuai kebutuhan di masing-masing pasar. Diversifikasi tersebut diantaranya produk penunjang seperti pompa, control valve, maupun instrumentasi. Sehingga, produk yang dihasilkan perseroan lebih terintegrasi. Selain itu, untuk menggenjot kinerja, perseroan juga fokus pada divisi yang tahun ini lebih prospektif.

Sekretaris Perusahaan, Barlian A.M Bukit menambahkan untuk menyokong distribusi dan penjualan saat ini perseroan diperkuat 31 cabang yang sebagian besar ada di wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Oleh karena itu tahun ini perseroan akan menambah hingga lima cabang yang mayoritas akan difokuskan untuk memperluas pasar di kawasan Indonesia bagian timur.

Kawasaan Indonesia bagian timur yang dimaksud perseroan akan meliputi Sulawesi, kepulauan Maluku dan Papua. Pada kuartal I/2015, satu unit cabang telah dibuka di Jawa. Sisanya yaitu dua cabang akan dibuka di Sulawesi, satu di Maluku dan Papua.

Barlian menambahkan, satu cabang memakan investasi sekitar Rp 2 miliar. Sehingga tahun ini pihaknya hanya menganggarkan belanja modal sekitar Rp 10 miliar untuk ekspansi usaha tersebut.

Sementara itu, meniliki kinerja keuangan perseroan pada kuartal I/2015 belum sejalan dengan harapan. Pada periode tersebut perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 48,09 miliar dengan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 6,31 miliar.

Penjualan bersih itu turun sekitar 11,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 54,11 miliar. Adapun laba tumbuh 18,42% dari tri wulan pertama tahun lalu sebesar Rp5,32 miliar.

Barlian mengakui, penurunan penjualan terjadi karena demand yang terdampak kondisi ekonomi dalam negeri dan global yang masih merangkak dari pelambatan. Di sisi lain terkait laba yang meningkat, dia menyebut pihaknya berhasil menekan berbagai beban.

Dicatat dalam laporan keuangan perseroan, beban pokok penjualan pada Januari-maret 2016 tercatat Rp 18,15 miliar sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 18,42 miliar. Adapun beban usaha pada tri wulan pertama tahun ini Rp 18,05 miliar sedangkan kuartal I/2015 Rp 18,28 miliar.

Meski demikian pihaknya optimistis pasar akan merangkak naik pada kuartal III/2016 seiring cairnya dana berbagai proyek yang meningkatkan demand pasca Lebaran. Selain itu, pada periode tersebut diharapkan kondisi ekonomi dalam negeri maupun global bisa lebih baik.

"Kami juga akan membagikan deviden sebesar 20 persen, meski kita sedang mengalami penurunan laba dari tahun sebelumnya," tuturnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya