Berita

ilustrasi/net

Dunia

Turki Akui Operasi Khusus Di Wilayah Suriah

SENIN, 09 MEI 2016 | 17:31 WIB

Pemerintah Turki resmi menyatakan bahwa pasukan khusus mereka telah memasuki Suriah pada hari Sabtu lalu (7/5), yang disebut sebagai misi pengintaian.

Wartawan Al Jazeera, Stefanie Dekker, melaporkan dari Gaziantep, kota yang terletak di sebelah tenggara Turki dekat perbatasan Turki-Suriah. Menurutnya, adalah sangat tidak biasa bagi pemerintah Turki mengumumkan operasi pasukan khusus yang dilakukan di luar perbatasan negara.

Ada kemungkinan, pemerintah Turki mencoba untuk memberikan pesan dengan mengumumkan sesuatu yang sangat rahasia.


Operasi itu diduga sebagai sebuah upaya untuk menghentikan serangan yang hampir setiap hari terjadi di Kilis, sebuah provinsi perbatasan Turki yang terkena serangan roket dari daerah Suriah yang dikuasai ISIS.

Secara terpisah, militer Turki mengatakan telah menewaskan 55 pejuang ISIS di daerah Baragitah, Suriah Utara pada hari Sabtu. Menurut laporan dari media Turki, tiga kendaraan dan tiga peluncur roket milik ISIS juga hancur selama misi yang dilakukan oleh pasukan khusus.

Lebih dari 20 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang dituduhkan telah dilakukan oleh kelompok ISIS sejak awal tahun ini terhadap wilayah Turki. Selama dua minggu terakhir, roket-roket berjatuhan di Kilis setiap hari.

Dekker juga mengatakan ada banyak ketakutan, frustasi dan kekhawatiran di Kilis.

"Saya pikir pemerintah Turki mengirim pesan kepada warga Kilis dengan operasi ini. Mereka mengatakan bahwa mereka benar-benar mencoba melakukan sesuatu untuk membuat (serangan) berhenti," ujarnya. [mic/ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya