Berita

rachmawati/net

Pemihakan Penguasa Proxy Pada Kapitalis Bikin Kesenjangan Kian Tajam

MINGGU, 01 MEI 2016 | 00:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Buruh, tani dan nelayan seringkali disebut sebagai sokoguru revolusi. Dan elemen vox populi ini sering disebut sebagai kaum tertindas dalam sistim kapitalisme.

Demikian disampaikan politikus senior Rachmawati Soekarnoputri. Rachma pun menilai bahwa kontradiksi pokok kesenjangan tajam antara buruh dan majikan menjadi "kaum sana" versus "kaum sini" yang melahirkan pertentangan kelas.

"Sadar atau tidak, sengaja atau tidak, pemihakan terhadap korporasi investasi kapitalis, penguasa proxy telah menyuburkan ladang-ladang pertentangan kelas disebabkan kesenjangan sosial yang tajam dan akan berakibat pada konflik sosial," kata Rachma dalam keterangan Sabtu malam (30/4).


Dengan digantinya UUD1945 menjadi konstitusi liberal kapitalis, sambung Rachma, maka ini melahirkan derivat ekonomi liberal kapitalis. Dan tidak bisa tidak, Indonesia sudah lampu merah menuju kebangkrutan.

"Dalam kondisi ini, TNI dan Polri janganlah menjadi pemadam kebakaran. Dan bila demikian, alat kekuasaan ini berarti menghianati sumpah prajurit dan Bhayangkara negara!" demikian Rachma. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya