Berita

Dunia

Pertemuan Hammond Dan Castro Bahas Investasi Yang Lebih Besar

SABTU, 30 APRIL 2016 | 08:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, menjadi Menteri Luar Negeri pertama dari negaranya yang mengunjungi Kuba setelah Revolusi Sosialis yang dipimpin Fidel Castro.

Hammond mendarat di Kuba pada Kamis malam (28/4) dan kemarin sore ia menghabiskan waktu dalam pertemuan dengan pemimpin Kuba, Raul Castro, yang merupakan adik Fidel, di Havana.

Menariknya, kunjungan Hammond terjadi satu bulan setelah sekutu dekat Inggris, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi secara resmi negara pulau itu selama hampir 90 tahun terakhir.


Hammond  mengatakan kunjungannya adalah tanda dimulainya hubungan baik United Kingdom dengan Kuba. Hammond dan Raul kemudian berpose untuk foto bersama di Palacio de la Revolution, tempat di mana Obama dan Raul Castro menggelar pertemuan bersejarah mereka bulan Maret lalu.

Telegraph menyebutkan, mereka membicarakan kerjasama di bidang pendidikan, energi, budaya dan jasa keuangan. Seorang sumber mengatakan, pertemuan berlangsung "sangat hangat" dan Kuba menyatakan sangat tertarik untuk membahas bagaimana Inggris bisa membantu mereka dengan jasa keuangan.

Hammond pun bertemu dengan perwakilan dari masyarakat sipil Kuba dan komunitas bisnis Inggris di Havana, kata Kementerian Luar Negeri Inggris.

Inggris, tidak seperti AS, tidak pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba. Tapi bisnis Inggris masih tetap terbatas di Kuba karena embargo AS terhadap Kuba.

Hammond mengatakan ia ingin kerja sama bilateral yang lebih baik di antara kedua negara lewat perdagangan, peningkatan investasi dan lebih banyak wisatawan dari Inggris ke Kuba. Hammond akui Inggris menjadi negara terbesar kedua sebagai pengirim wisatawan (160.000 orang) ke Kuba, setelah Kanada.

Padahal, sebelum kunjungannya ke Kuba, Hammond sempat menegaskan bahwa Inggris dan Kuba memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang dunia dan sistem pemerintahan. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya