Berita

Irjen Benny Mokalu:net

Wawancara

WAWANCARA

Irjen Benny Mokalu: Kalau Dalam Dua Atau Tiga Bulan Tidak Bisa Merealisasikan Program, Saya Siap Mundur

KAMIS, 28 APRIL 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Berlatar belakang polisi, Irjen Benny Mokalu yang kini ikut dalam bursa calon wakil gubernur DKI Jakarta men­gaku punya solusi konkret dan murah terkait banjir dan kemacetan.

Solusi terkait dua masalah mendasar di Jakarta itu, didapat­nya ketika melakukan studi dan kunjungan langsung ke beberapa negara.

Baginya, sejumlah solusi yang digagasnya untuk Jakarta bukan sekadar pemanis kampanye. Dia siap mundur jika dalam hitungan tiga bulan, gagal merealisasikan janjinya itu.


Apa gagasannya? Berikut wawancara lengkap dengan Rakyat Merdeka;

Soal macet apa solusi dari Anda?
Harus ada sinergitas antara instansi terkait.

Memangnya selama ini tidak ada sinergitas?
Sekarang sudah ada sinergitas, tapi kalau saya masuk sebagai wakil gubernur, koordinasinya kan lebih gampang, lebih mu­dah. Dan apa yang saya lihat, misalnya marka jalan, median jalan, lajur dan lainnya itu kan saya belajar selama 32 tahun. Otodidak maupun sekolah.

Konkretnya, apa terobo­san logis untuk mengurangi kemacetan?
Misalnya kita bikin (jalur) kawasan wisata dari Harmoni sampai Ancol. Kawasan (Ancol) itu nggak perlu pagar, kuno. Kita bikin namanya kawasan saja yang sudah dibikin Perda. Jadi jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk itu clean banget, bersih. Nah untuk mencapai kawasan itu pakai kereta gantung sampai ke Ancol.

Maksudnya?
Ini selain untuk pariwisata, sekalian untuk alat transportasi. Kalau macet pakai itu (kereta gantung) saja. Mana lebih he­bat daripada busway, mana lebih murah dari pada busway. Kereta gantung modalnya tiang, sama mesin putar. Kemudian masyarakat diberdayakan.

Bagaimana dengan banjir?
Ketika saya sekolah di Rotterdam, kita harus melihat banjir itu apa penyebabnya. Ya penyebab­nya kan hujan. Yang kedua, daerah resapannya kurang dan da­tarannya rendah. Nah di Belanda itu datarannya lebih rendah dari laut, tapi kok tidak banjir.

Solusinya?
Kuncinya saya lihat adalah bikin yang namanya penam­pungan-penampungan. Pernah lihat speedboat yang bahannya bukan dari karet, tapi seperti terpal. Itu ada yang panjangnya 50x100 meter dalamnya kurang kebih satu meter. Itu kan airnya misalnya dari Bogor itu, ketika dia mulai masuk ke Jakarta atau kita kerja sama dengan Bogor, airnya kita naikin ke ban-ban itu. Tapi kita tidak pakai beton-beton karena menghabiskan uang yang begitu banyak. Itu saya sudah li­hat di Belanda, kayak speedboat besar gitu.

Memang cocok untuk diterapkan di Indonesia, khusus­nya Jakarta?
Kalau nggak salah di Kendal pernah dibuat begitu, waktu saya di Semarang. Nanti di bantaran-bantaran sungai yang ada lahan tidur, jadi air itu kita taruh di atas, bukan taruh di bawah. Jadi air itu kita masukkan ke penam­pungan itu yang 50x100 meter, tinggal tiup saja, pompa, kita sedot airnya pas hujan. Kalau kita bikin dam, bentengnya itu kan dari semen, campurannya mungkin 1:12, belum apa-apa rontok.

Penampungan dari ban-ban itu apa tidak bocor?
Ban-ban itu kalau ditusuk ng­gak tembus, kuat. (Bahannya) seperti pipa pemadam keba­karan. Penampungan itu nggak ditaruh di dataran rendah, mis­alnya kita taruh di Kampung Pulo. Itu kita taruh di bantaran atas. Nah air yang sampai di sana (dataran rendah) tidak banyak, tinggal air kecil saja. Hujan lebat tidak apa-apa.

Bagaimana dengan ketertiban kota?
Kalau saya nanti di kawasan tertib hukum, orang buang pun­tung rokok pun kita awasi pakai drone, selain CCTV. Pos Polisi tidak perlu lagi di luar, nempel saja di mall. Di Prancis di mall kok. Saya lihat di situ nggak ada tuh pos Polisi di pinggir jalan. Karena kalau kita taruh di luar, dia berpisah dengan masyarakat. Misalnya di FX atau Ratu Plaza, jadi dia (polisi) menyatu dengan masyarakat.

Seringkali wacana hanya tinggal wacana. Ketika terpilih janji sering tidak terealisasi. Apa jaminan Anda?
Kalau dalam dua, tiga bulan saya tidak bisa menjalankan ini, saya siap mundur kok.

Masak sih?
Iya, saya orangnya hobi mun­dur. Pernah jadi dokter, saya mundur kok. Jadi Pastur, saya juga mundur kok, dari Katholik saya masuk Muslim, mundur dari Katholik. Saya muallaf di Bali. Sekarang begini, saya masuk Muslim dapat hidayah itu kan risiko. Dari polisi saya mundur masuk calon Wakil Gubernur. Kalau ada keputusan yang lebih baik, saya ambil keputusan yang lebih baik. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya