Berita

Politik

Diperiksa KPK, Elektabilitas Ahok Melorot Jadi 45,50 Persen

MINGGU, 24 APRIL 2016 | 16:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lembaga Survei KedaiKopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia‎) merilis hasil survei tentang isu terbaru di Jakarta, salah satunya tren Pilgub pasca pemanggilan Basuki Tjahaja Purnama oleh KPK.

Hasil survei tersebut menunjukkan terjadi fluktuasi elektabilitas yang diperoleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

"Elektabilitas Ahok pada April 2016 pasca pemanggilan oleh KPK kembali melorot menjadi 45,50%," kata Jurubicara KedaiKopi, Hendri Satrio, Minggu (24/4).


Dia mengatakan elektabilitas Ahok terjun bebas jika dibandingkan beberapa bulan lalu. Dari berbagai sumber yang pernah mempublikasi elektabilitas Ahok, elektabilitas Ahok pada Januari 2016 adalah ‎43,25%, pada Februari 2016 terjadi peningkatan menjadi 43,5%, dan pada Maret 2016 meningkat tajam menjadi 51,80%.

Dalam survei juga diketahui, mayoritas responden berpendapat Ahok tidak terlibat kasus Rumah Sakit Sumber Waras (34,8%) dan kasus suap Reklamasi Pantai Utara Jakarta (36,5%). Namun, sebanyak 68,3% reponden mengetahui pemanggilan Ahok oleh KPK yang berujung pada pendapat responden tentang keputusan responden dalam memilih Ahok dalam Pilgub Jakarta mendatang.

"Pasca pemanggilan Ahok oleh KPK, ada 34,5% responden menyatakan mantab memilih Basuki Tjahaja Purnama. Sementara 30% menyatakan ragu-ragu dan 16,5% menyatakan tidak akan memilihnya," ulas Hendri Satrio.

Untuk elektabilitas, kata Hendri Satrio, Ahok masih menempati urutan‎ teratas dengan 45,5% jauh meninggalkan para pesaingnya. Namun begitu, elektabilitas Ahok masih belum aman karena masih di bawah 50% plus 1.

Ahok mesti berhati-hati karena tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya juga mengalami penurunan. Dibandingkan dengan Februari 2016 lalu, kepuasan publik terhadap kinerja petahana sedikit menurun dari 71,2% menjadi 68,5%.

"Ini berimbas pada ketidakpuasan yang sedikit meningkat dari 26,8% menjadi 28,5%," demikian Hendri Satrio.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka di 40 kelurahan di 5 Kota di DKI Jakarta melibatkan 400 responden tanggal 18-21 April 2016.  Pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan metode sampel acak bertingkat. Margin of error survei ini sebesar +/- 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya