Berita

Masih Sengketa, Fernando Yohanes Tuduh Dirut RS Sumber Waras Berbohong

JUMAT, 22 APRIL 2016 | 18:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Aktivis Muda Jakarta (Formaja) berunjuk  rasa di depan Rumah Sakit Sumber Waras, Jalan Kyai Tapa, Jakarta Barat (22/4.

Fernando Yohanes, Koordinator aksi Formaja menuduh Dirut RS Sumber Waras Abraham Tedjanegara telah berbohong karena menyebut lahan Sumber Waras telah bebas dari sengketa.

Dipaparkannya, RS Sumber Waras diresmikan pada tanggal 24 Juni 1957 dengan nama RS Sin Ming Hui yang kemudian berubah nama dan diberikan payung hukum berupa yayasan yang bernama Yayasan Kesehatan Candra Naya pada tanggal 18 Desember 1962.


RS Sumber Waras merupakan simbol perjuangan masyarakat pada masa itu dengan mengumpulkan sumbangan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan operasional dan pengembangan Rumah Sakit Sumber Waras.

Dimulai dari poliklinik sederhana, RS Sumber Waras berkembang menjadi Rumah sakit besar melalui inisisasi organisasi perkumpulan Sin Ming Hui yang didasarkan pada semangat kesadaran sosial untuk senantiasa ikut menolong masyarakat pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu, timbul sengketa kepemilikan lahan Rumah Sakit Sumber Waras yaitu antara Candra Naya dan Yayasan Sumber Waras. Sengketa tersebut yaitu mengenai sertifikat kepemilikan lahan SHM Nomor 124. Adapun sengketa kepemilikan lahan ini masih dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung.

"Masih ada sengketa baik pidana dan perdata terkait lahan RS Sumber Waras di Mahkamah Agung. Kami juga meminta Mahkamah Agung untuk memberikan pernyataan resmi/klarifikasi kepada masyarakat luas melalui media bahwa lahan RS Sumber Waras masih dalam sengketa di Mahkamah Agung baik pidana maupun perdatanya," ujarnya saat orasi di depan Rumah Sakit Sumber Waras.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga menuntut agar proses jual beli antara RS Sumber Waras dengan Pemprov DKI dibatalkan karena dinilai telah menimbulkan polemik di masyarakat.

Melalui audit investigasi BPK pada tahun 2015, kontroversi pembelian lahan Sumber Waras mulai menyita perhatian publik dan terungkap juga fakta-fakta dibalik kontroversi pembelian lahan tersebut.

"Kami menuntut dibatalkannya proses jual beli RS Sumber Waras oleh YKSW dan Pemda DKI karena isu pembelian R Sumber Waras ini telah menimbulkan pergunjingan atau polemik kontra produktif di masyarakat dan terindikasi adanya kerugian negara yaitu Pemda tertipu terkait pembelian lahan tersebut karena semestinya lahan yang diperjualbelikan bebas sengketa," tegasnya.
 
Unjuk rasa berjalan berjalan tertib. Sejumlah personel kepolisian dan petugas keamanan rumah sakit nampak berjaga di sekitar lokasi unjuk rasa. Arus lalu lintas di Jalan Kyai Tapa sedikit tersendat akibat unjuk rasa tersebut. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya