Berita

Jenderal Budi Waseso:net

X-Files

Terjaring Razia, Kepala BNN Maluku Utara Dinonaktifkan

Karaoke Bareng Wanita Penghibur
KAMIS, 21 APRIL 2016 | 09:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Komisaris Jenderal Budi Waseso menonaktifkan Kepala BNN Maluku Utara Komisaris Besar Ely Jamaludin. Gara-garanya, perwira menengah Polri ini terjaring dalam razia tempat hiburan di Maluku Utara.

"Saya sudah mengeluarkan surat perintah penonaktifan yang bersangkutan," kata Komisaris Jenderal Budi Waseso dalam jum­pa pers di kantornya, kemarin.

Sejauh ini, menurut Buwas (panggilan beken Budi Waseso), Ely baru dipastikan melanggar kode etik kepolisian dan personel BNN saja. "Tapi, ya, kalau sudah nonaktif begitu nggak bisa diak­tifkan kembali," tegas Buwas.


BNN masih melakukan pe­meriksaan intensif terhadap dugaan pelanggaran berat yang dilakukan Ely. Saat terjaring razia di Kafe Royal, Sentiong, Ternate, di room karaoke Manchester di lantai dua yang di­pakai Ely, ada pemandu lagu dan minuman alkohol.

Berdasarkan hasil pemerik­saan awal, Ely terbukti tidak ikut razia gabungan yang dilakukan Polri, TNI, Satpol PP dan BNN Maluku Utara.

Perwira menengah Polri itu hanya menandatangani surat perintah agar anggotanya turut dalam razia. "Keberadaan yang bersangkutan berada di luar operasi ini. Dia hanya menan­datangani surat perintah untuk anggotanya bergabung dalam operasi itu," tandas Buwas.

Buwas berharap kasus Ely bisa menjadi pelajaran untuk personel BNN lainnya agar tak melakukan pelanggaran. Ia mengingatkan kepada semua personel BNN bahwa mereka telah menandatangani pakta integritas.

Dia menegaskan, personel yang melanggar pakta integritas akan ditindak tegas. Sebab di­anggap telah mengkhianati pro­fesi. "Kalau berani coba-coba, salah sendiri. Kalau dipecat karena melakukan pelangga­ran, salah sendiri," kata bekas Kepala Bareskrim Polri itu.

Ely sudah memberikan klari­fiasi mengenai razia ini. Ia men­gaku berada di tempat hiburan itu untuk memantau operasi. Hanya saja, ia terlebih dahulu datang ke tempat hiburan tersebut.

"Saya kan Kepala BNN Maluku Utara, wajar saja kan kalau saya di lokasi untuk me­lihat anak buah saya bertugas. Saya memang di lokasi saat itu, namun tidak sedang berada di dalam room karaoke," kata pria yang berniat menjadi calon Bupati Maluku Tengah 2017 itu.

Ely pun siap dites narkoba untuk membuktikan dirinya bersih. Ia terakhir melakukan tes narkoba pada Jumat (15/4), sehari sebelum razia. "Hasilnya negatif," sebutnya.

Pada hari yang sama, Ely mengaku menandatangani surat perintah razia. Razia dilakukan Sabtu, 16 April mulai pukul 23.00 malam WIT.

Sebelum melaksanakan kegia­tan razia tempat hiburan malam di Ternate, tim gabungan meng­gelar apel malam di markas kantor Polisi Militer Ternate di Jalan Revolusi, Ternate Tengah, Kota Ternate.

Razia dimulai pukul 23.30 WIT dengan tujuan pertama Kafe D'stadion di Kelurahan Stadion Ternate Tengah, Kota Ternate. Di kafe itu, tim gabun­gan memeriksa seluruh pen­gunjung dan pramuria selama 40 menit.

Pukul 24.15 WIT, tim gabun­gan melanjutkan razia di Kafe Royal di Kelurahan Santiong. Di kafe inilah tim razia memer­goki Ely.

Kepala Humas Polda Maluku Utara Ajun Komisaris Besar Hendrik Badar membenar­kan kabar Ely terjaring razia. "Laporan yang kami terima memang benar tim razia meli­hat Pak Ely di tempat hiburan," katanya.

Kilas Balik
Buwas Tak Tolerir Personel BNN Yang Edarkan Narkoba

Sejak menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso bertekad melaku­kan bersih-bersih di lembaga yang dipimpinnya. Ia tak akan mentolerir personel BNN yang "nakal".

"Kalau ada oknum-oknum begitu, pasti saya sikat habis. Yang seperti itu harus diberantas, bukan institusi tapi oknumnya. Pasti yang begitu sengaja," tegasnya.

Ketika menjabat Kepala Bareskrim Polri, Budi Waseso pernah menindak oknum penyidik yang nakal. "Ada oknum yang saya proses, sampai ditahan di Bareskrim dan disidik," ujarnya.

Menurut pria yang dijuluki Buwas itu, mengemban tugas se­bagai Kepala BNN banyak tan­tangannya. Sebab dia berhada­pan dengan jaringan pengedar narkoba tingkat lokal maupun mancanegara.

"Lawan saya di pertempuran ini adalah mereka yang ingin merusak negara dengan narkoba. Kalau generasi dirusak kan negara bisa rontok, masak mau negara kita dipimpin sama kor­ban atau pengguna narkoba," imbuhnya.

Meski jaringan itu menggu­rita bahkan melibatkan oknum aparat, Buwas tak gentar. Ia akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memberantas narkoba.

Buwas pun geram ketika men­dengar kabar Iptu A, anggota BNN ditangkap mengedarkan sabu-sabut. Ia pun meminta oknum perwira pertama itu di­hukum berat.

"Sudah dari awal saya masuk sini, semua harus tertib. Ikuti aturan hukum dan kita harus bisa jadi panutan dalam penegakan hukum. Siapa yang melanggar akan ditindak lebih tegas dan lebih berat," tegasnya.

Iptu Aditangkap anggota Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang di kawasan Bogor. Ia diduga terlibat jaringan pere­daran sabu. Ketika dites narkoba, hasilnya positif.

Kepala Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar M Iqbal mengatakan, anggota Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang memang tak berhasil menemu­kan barang bukti ketika me­nangkap Iptu A. "Tetapi yang bersangkutan positif memakai narkoba," ungkapnya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang, Ajun Komisaris Besar Juang men­jelaskan, penangkapan perwira BNN itu bermula dari tertang­kapnya tersangka J yang kedapa­tan membawa sabu 2 gram.

Dari mulut J diperoleh ket­erangan jika mendapat sabu dari temannya berinisial D alias Irul. Irul pun ditangkap dengan barang bukti 10 paket sabu siap edar.

Kepada penyidik, Irul men­gaku sabu itu diperoleh dari per­wira BNN aktif berpangkat Iptu berinisial A. "Akami amankan di Bogor saat berada di rumah sau­daranya. Kami masih melakukan pengembangan terkait peredaran narkoba yang dilakukan jaringan A," kata Juang. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya