Berita

basuki tjahaja purnama/net

REKLAMASI TELUK JAKARTA

Ahok: Ini Memang Lebih Banyak Ke Politik

RABU, 20 APRIL 2016 | 02:09 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku enggan mencoba ikan hasil tangkapan Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) yang didatangkan langsung oleh para nelayan Muara Angke ke Balai Kota DKI Jakarta.

Ahok yakin ikan di kawasan teluk Jakarta sudah tercemar.

"Sebelum reklamasi teluk Jakarta udah tercemar belum dari pabrik-pabrik? Jadi bayangin 13 sungai bermuara di teluk Jakarta. Kita tahu sendiri ada enggak pengolahan air limbah dari dulu sampai sekarang? Hampir gak ada. Jadi ini memang lebih banyak ke politik," sindir Ahok di Jakarta, Selasa (19/4).


Tak hanya itu, orang nomor satu DKI Jakarta tersebut juga menilai sikap nelayan ini tidak konsisten. Sebab, saat reklamasi dilakukan sebelumnya tidak pernah ada perlawanan. Sebagai contoh, Muara Angke, Pluit, Pantai Indah Kapuk dan Ancol merupakan reklamasi dan tidak ada pertentangan.

‎"Sekarang nelayan tinggal teriak-teriak itu reklamasi, kamu gak fair. ‎Muara Baru tempat kamu ngangkat (ikan) di pelabuhan Nizam Zachman, satu jalur dengan pantai Mutiara. Itu hasil dari mana pelabuhan Nizam Zachman? yang 5000-6000 nelayan naikin hasil tangkapan? reklamasi," ujarnya.

Selain itu, mantan politisi Gerindra ini menilai, kebanyakan nelayan di Jakarta bukanlah warga asli Jakarta. Mereka merupakan pendatang. Berdasarkan informasi yang didapatkan Ahok, nelayan kebanyakan berasal dari Indramayu dan Tegal.

"Sekarang nelayan ada berapa? nelayan juga lebih banyak pendatang kok, kamu lihat aja di Mmuara Baru, Muara Angke, Cakung draain, Cilincing, itu lebih banyak orang Indramayu, dari Tegal. Saya tidak mengatakan tidak ada nelayan, tapi porsinya berapa banyak?" tutupnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya