Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengucapan terima kasih kepada Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli yang bersedia memediasi persoalan reklamasi Teluk Utara Jakarta.
Orang nomor satu DKI Jakarta itu menjelaskan, dengan adanya kesepakatan untuk melakukan moratorium reklamasi, maka akan berdampak secara ekonomi.
Pasalnya, pengembang atau pengusaha yang melakukan pengerukan laut tersebut bekerja sama dengan perusahaan dari Belanda.
"Paling mereka harus
extent," ujar Ahok di kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta Pusat, Senin (18/4).
Sedangkan mengenai akan adanya gugatan dari pengembang, Ahok mengaku tidak takut. Menurutnya, Menko Rizal Ramli siap menjadi tameng. Walaupun begitu, dia menyakini pembahasan regulasi ini akan selesai kurang dari 7 bulan.
"Si kontraktor akan minta apa? Kalau gugat ya gugat. Hitungan paling lama (bahas regulasi) 6 -7 bulan. 6 bulan gugat nggak lucu juga. Belum selesai gugatan aturan udah keluar," katanya sambil tertawa.
Sementara Rizal Ramli mengatakan, bila ada pengembang yang ingin menuntut moratorium reklamasi Teluk Utara Jakarta maka akan berusan dengan dirinya.‎
"UU jelas dan siapa yang berani gugat Rizal Ramli, yang sama gilanya kayak Ahok," tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan pihak Kementerian Kelautan Perikanan yang diwakili Direktur Jenderal Pengalolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi‎.
[zul]