Berita

chandra motik/net

REKLAMASI TELUK JAKARTA

Iluni UI: Saatnya Pak Jokowi Turun Tangan

SENIN, 18 APRIL 2016 | 03:12 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Sudah saatnya Presiden Joko Widodo turun tangan untuk menyelesaikan dilema pembangunan reklamasi Teluk Utara Jakarta.

Hal itu diutarakan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Candra Motik usai mengikuti aksi penolakan dan penyegelan Pulau G di Pantai Utara Jakarta, Minggu (17/4).

"Saya rasa ini saatnya pak Jokowi turun tangan," ujar Chandra usai mengikuti aksi penolakan dan penyegelan Pulau G di Pantai Utara Jakarta, Minggu (17/4).


Bukan tanpa sebab, menurut dia, Jokowi memiliki kewenangan penuh untuk meyampaikan keputusan apakah reklamasi ini terus berlanjut atau dengan cara yang lebih baik yaitu dihentikan.

"Nah maka dari itu beliau yang musti bicara," lanjutnya.

Pendiri pusat kajian bidang kelautan Chandra Motik Maritim Center ini pun mengakui pihaknya sudah dari tahun-tahun sebelumnya menyuarakan agar pembangunan reklamasi dihentikan.

"Cuma karena ini lagi rame terus ada yang kebuka ya dengan tanda kutip ya sekarang jadi media dan masyarakat ya yang ngecover ini. Kita udah ngomong beberapa kali udah disampaikan beberapa kali, baik lewat nelayan maupun lewat -media tapi kan gak pernah di dengar," imbuhnya.

"Sesuai dengan tujuan Undang-Undang kesatuan Indonesia yang ada di dalam pembukaan alinea empat, itu disampaikan bahwa tujuan negara Indonesia adalah melindungi rakyat dan tumpah darah masyarakat Indonesia mensejahterakan. Nah ini mensejahterakan siapa? Hanya orang tertentu kan? Makanya disampaikan ke pemerintah pusat untuk dihentikan. Nah itu mustinya Pemda mengikuti apa yang dirapatkan DPR, KKP dan KLH, itu mustinya gak usah bilang ba bi bu lagi ya musti stop menurut saya," tegasnya."

Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sudah memutuskan untuk menghentikan izin raperda reklamasi tersebut. Wakil Presiden, Jusuf Kalla pun satu suara dengan DPR RI dan Menteri Susi. Namun, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tetap bersikeras ingin melanjutkan raperda dan pembangunan reklamasi Teluk Utara Jakarta yang berdasar Keppres 52/1995. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya