Tidak mudah bagi para nelayan menuju Pulau G, salah satu pulau sulapan dari kegiatan reklamasi Teluk Jakarta oleh Pemprov DKI Jakarta.
Pagi ini, Minggu (17/4), ribuan nelayan dengan menggunakan perahu menuju Pulau G untuk melakukan penyegelan. Sesudah dari Pulau G, mereka selanjutnya akan melakukan penyegelan ke Pulau D. Namun, tidak mudah bagi mereka memasuki pulau-pulau buatan itu.
Selama berlayar dari Pelabuhan Muara Angke Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, atau tepatnya di tepinggiran Pulau G, parahu para nelayan tidak bisa bersandar, terhambat karena mengendapnya lumpur hasil penggalian reklamasi.
Saat ini, perahu-perahu nelayan itu terus berusaha dengan berbagai macam cara agar bisa merapat di Pulau G tersebut.
Penyegelan ini dilakukan oleh para nelayan dengan kembali melaut, sebagai rasa syukur atas keputusan Pemerintah dan DPR menghentikan kegiatan reklamasi Teluk Jakarta.
Perkembangan terakhir, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Komisi IV DPR sepakat untuk menghentikan sementara proyek reklamasi Teluk Jakarta sejak Rabu (13/4). Celakanya, di lapangan kegiatan reklamasi masih berlangsung.
Menyikapi itulah, para nelayan Teluk Jakarta melakukan aksi syukuran keputusan penghentian kegiatan reklamasi dengan cara aksi teatrikal/simbolik segel pulau oleh nelayan dan masyarakat.
Ribuan nelayan ini didukung oleh Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke, Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta, KNTI Jakarta, WALHI Jakarta, Kontras, YLBHI, LBH Jakarta, SP, KIARA, KOPEL, JRMK, UPC, ICEL, PBH Dompet Dhuafa, ForBali Jakarta, BEM FIB UI, ILUNI, Semar UI, KSPI, Institut Hijau Indonesia, Pergerakan Indonesia, Rujak, FSPMI, KBTA dan lain sebagainya.
[rus]