Berita

gedung KPK/net

Hukum

KASUS SUMBER WARAS

Fadli Zon: Pimpinan KPK Periode Lalu Pastikan Ahok Tersangka

SABTU, 16 APRIL 2016 | 10:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, membantah anggapan bahwa dirinya selalu berkomentar keras terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, terkait kasus dugaan korupsi Sumber Waras.

"Saya komentar tidak keras, saya komentar normal dan waras," katanya menjawab pertanyaan moderator dalam diskusi Pro Kontra Audit Sumber Waras di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/4).

Dia malah menilai Ahok sendiri yang tidak pernah bicara substansi dalam kasus pembelian sebagian lahan Sumber Waras itu.


"Makanya saya ingin berhadapan dengan dia, berani enggak dia berdebat di depan publik? Dia enggak berani karena dia salah," ucapnya.

Dia tegaskan, sangat tidak rumit untuk menelisik kasus Sumber Waras. Apalagi hasil audit investigatif BPK yang berjalan di bawah amanat UU telah menetapkan terjadi kerugian negara. Audit investigatif itu juga dilakukan atas permintaan KPK.

Karena itu, Fadli merasa heran jika pimpinan KPK sampai saat ini mengaku masih belum menemukan niat jahat dalam penyelidikan kasus ini.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini bahkan mengungkapkan, dirinya pernah mendapat informasi dari pimpinan KPK di periode yang lalu bahwa Gubernur Ahok akan menjadi tersangka dalam perkara Sumber Waras.

"Saya melihat dan saya juga dengar dari pimpinan KPK yang lalu, sudah jelas ini akan jadi tersangka. Dia (Ahok) terlibat, dia pelaku utama dan harus pertanggungjawabkan," ungkapnya.
 
"Kok sekarang pimpinan KPK bilang belum ditemukan niat jahat. Dia ahli psikologi atau penegak hukum? Pimpinan KPK yang lalu menyatakan ini ada korupsi," ucapnya heran. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya