Berita

ahok/net

Kerugian Versi Ahok Bila Reklamasi Dihentikan

KAMIS, 14 APRIL 2016 | 13:39 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan penyegelan pulau-pulau reklamasi yang sedang dikembangkan di Pantura Jakarta.

Namun, Ahok menjelaskan untuk saat ini pihaknya hanya menyegel bangunan yang ada izin bangunannya tidak ada seperti di pulau C dan D.

"Kalau pulau gak ada yang segel, reklamasi jalan terus kok, bangunan kita segel, kita bilang jangan terusin, itu aja," terang Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (14/4).


Disinggung soal kerugian pengembang yang sudah melakukan pembangunan di dua pulau tersebut Ahok mengakui pasti ada kerugian yang dialami.

"Kalau kerugian pasti pengusaha rugi," ujarnya.

Bahkan kerugian tersebut, lanjut Ahok akan berbuntut panjang juga pada kerugian pemda.

"Kalau kereka mau nyambung sertifikat pemda tiap mau nyambung bayar 5 persen NJOP langsung lima persen dan kalau jadi nih reklamasi pemda dapet 45 persen fasum fasos, terus lima persen komersial," ungkapnya.

Pasalnya, setiap lahan yang dia jual 15 persen dari NJOP, berdampak pada kerugian masyarakat yaitu para pegawai.

"Kalau kamu bangun rumah industri semen, cat, atep, kabel semua hidup. Industri properti itulah yang membuat pergerakan ekonomi terbesar di seluruh dunia, pertumbuhan ekonomi mau di Tiongkok mau di Eropa semua adalah properti, itu rugi semua," beber Ahok

"Apalagi pemerintah, pajak, itu transaksi BPHTP, kamu tinggal, punya tanah bayar PBB, bayar listrik, listrik enggak ada subsidi disitu, kalau dia enggak ada subsidi, PLN juga untung subsidi balik, air semua sistem, gak ada yang subsidi, dan dia juga wajib untuk zero waste, belum lagi nampung tenaga kerja," demikian Ahok. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya