Berita

Disindir Sebagai Pangeran Dipodomoro dan Bapak Reklamasi, Ini Tanggapan Ahok

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 17:57 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnomo tidak mempersoalkan sindiran para netizen yang menyebut dia sebagai gubernur Podomoro.

Dalam meme yang beredar disandingkan, foto Ahok disandingkan dengan foto Pangeran Diponegoro. Tampilan Ahok di foto tersebut, seperti Pangeran Diponegoro berjubah dan bersorban putih. Lalu ditulis dia sebagai Pangeran Dipodomoro.

Sindiran tersebut menyusul kengototan Ahok terkait proyek reklamasi meski ditolak banyak kalangan. Terlebih terungkap kasu suap suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Wilayah Zonasi Pesisir Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) dan Raperda Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.  


Dalam kasus suap tersebut, KPK menetapkan tiga orang tersangka. Yaitu, Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi, karyawan PT Agung Podomoro Land Triananda Prihantoro, serta Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja sebagai tersangka. Selain itu, Bos PT Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan juga sudah dicegah keluar negeri.

"Terserah, disebut Gubernur Agung Podomoro. Saya melakukan adalah Gubernur DKI sebagai konstitusi. Kamu mau sebut saya apa juga boleh," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, (Kamis, 7/4).

Selain Pangeran Dipodomoro, Ahok juga disindir sebagai bapak reklamasi. Dalam sebuah meme lainnya, foto Ahok yang ditulis bapak reklamasi disandingkan dengan foto Bung Karno sebagai Bapak Proklamasi.

Sebutan bapak reklamasi juga tak dipersoalkan Ahok. Pasalnya, dia menilai, kawasan wisata Ancol dan Kawasan Berikat Nusantra (KBN) merupakan hasil reklamasi. Bahkan, daratan di Belanda merupakan bentuk dari reklamasi. Sehingga, tidak ada alasan baginya untuk menghentikan reklamasi pantai Utara Jakarta.

"Ali Sadikin juga reklamasi. Kamu kira Ancol bukan reklamasi? Kawasan Berikat Nusantara (KBN), bukan reklamasi? Belanda sekarang kamu puji-puji apa bukan reklamasi? Banyak binatang langka dari Afrika sekarang hidup di Belanda setelah laut jadi danau. Kamu liat dong Belanda, jadi jangan ngomong secara politik saja," ketusnya. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya