Berita

jusuf kalla/net

Politik

PANAMA PAPERS

Sebaiknya JK Minta Maaf Atau Mengundurkan Diri Supaya Jadi Teladan

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 15:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) harus menjelaskan ke publik terkait keberadaan nama para kerabatnya dalam dokumen "Panama Papers" yang disusun dan dibocorkan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).

Dokumen ini meliputi data transaksi rahasia keuangan para pimpinan politik dunia, skandal global, dan data detail perjanjian keuangan tersembunyi para pengemplang dana, pengedar obat-obatan terlarang, miliarder, selebriti, sampai bintang olahraga.  

Dalam dokumen Panama Papers, terdapat 2.961 orang Indonesia yang berkaitan dengan sejumlah perusahaan offshore. Keluarga JK turut muncul dalam bocoran Panama Papers bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya. Mereka adalah Solihin Kalla (anak), Ahmad Kalla (adik), Aksa Mahmud (adik ipar) dan Erwin Aksa (keponakan).


Menurut analis kebijakan publik, Lukman Hakim, dugaan keterlibatan kerabat JK dalam investasi offshore yang memanfaatkan keuntungan di luar negeri harus dijernihkan oleh JK sendiri.

"JK harus menjelaskan ke publik keterlibatan keluarganya di Panama Papers. Nama-nama tersebut diasosiasikan sebagai para penyelundup pajak," kata dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo ini, Kamis (7/4).

Menurut Lukman, yang membuat beban JK lebih berat adalah jabatannya sebagai pemimpin negara, meskipun sebetulnya publik sudah tahu jelas JK berasal dari keluarga pengusaha. (Baca juga: Simpan Celengan Babi...)

"Jika perlu, JK harus menjadi teladan dengan meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas perbuatan keluarganya," katanya, kepada redaksi.

Lukman berpendapat permintaan maaf kepada publik tidak akan mengurangi kewibawaan JK sebagai Wapres RI.

Bahkan kalau perlu, JK melakukan langkah mengundurkan diri dari jabatan Wapres untuk menunjukkan bahwa dirinya pantas jadi panutan seluruh rakyat. Pengunduran diri menjadi bukti tanggung jawab JK atas sikap tidak nasionalis para kerabatnya.

"Pengunduran diri hanya akan menjadikannya teladan," ucap Lukman. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya