Berita

Nusantara

Polisi Medan Panggil Orang Tua Siswi Pencatut Nama Irjen Arman Depari

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 14:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Belakangan ini, publik sedang dihebohkan oleh berita seorang siswi di Medan yang membentak-bentak polisi wanita dengan mencatut nama Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Pol Arman Depari.

Insiden itu terjadi kemarin, ketika sejumlah siswi SMA di Kota Medan menggelar konvoi usai ujian nasional. Di tengah penertiban oleh anggota polisi di kawasan Jalan Sudirman, mobil Honda Brio yang berisikan sekitar tujuh siswi diberhentikan karena kap belakangnya sengaja dibuka. Salah satu siswi membentak-bentak polisi wanita sembari mengaku-ngaku sebagai putri dari Arman Depari.

Siang ini, pihak kepolisian akan mendatangi sekolah dari siswi yang belakangan diketahui bernama Sonya Ekarina Sembiring itu.


Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari siswi itu dan orang tuanya seputar insiden kemarin.

"Siang ini kami koordinasi ke sekolah yang bersangkutan dan nanti juga memanggil orang tuanya. Setelah interogasi kami lihat langkah ke depan," katanya, dikutip dari MedanBagus.com, Kamis (7/4).

Mardiaz menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian sudah mengimbau para siswa melalui sekolah masing-masing untuk tidak melakukan konvoi ataupun arak-arakan terkait berakhirnya Ujian Nasional. Namun, hal tersebut tidak dipatuhi oleh seluruh siswa sehingga jajaran kepolisian melakukan tindakan persuasif dengan melakukan pencegatan di jalan dan memberi teguran.

"Padahal itu distop karena pintu (kap) belakang mobil jenis Honda Brio yang dikendarai siswi-siswi tersebut terbuka sehingga membahayakan, sehingga distop dan diimbau agar kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.

Ditambahan Mardiaz, pada hakikatnya kepolisian tidak persoalkan kasus pencatutan nama itu. Namun, kepolisian akan tetap mempersoalkan pelanggaran berkendara yang dilakukan oleh masyarakat.

"Ketika melanggar kami tindak," tegasnya.

Dalam peristiwa itu, perwira Satlantas Polresta Medan, Ipda Perida Panjaitan, yang menyetop mobil dibentak-bentak oleh para siswi.

"Itu ada mobil lain, kenapa kami saja yang dihentikan," protes mereka.

Ipda Perida sendiri terlihat kesulitan memberikan penjelasan karena protes terus disampaikan secara bertubi-tubi oleh para siswi tersebut.

"Oke mau dibawa? Siap-siap kena sanksi turun jabatan ya. Aku juga punya beking," ucap siswi itu dengan nada tinggi.

Ia bahkan sempat menyebut nama Arman Depari hingga langsung mengundang perhatian para wartawan yang berada di lokasi tersebut. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya