Berita

foto:net

On The Spot

3 In 1 Dihapus, Jalanan Tampak Lebih Macet Dari Biasanya...

Para Pejabat Ikut Rasakan Kepadatannya
KAMIS, 07 APRIL 2016 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pada hari pertama uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 di Jakarta, terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan. Hal itu terjadi pada pagi dan sore hari.

Salah satunya terjadi di Jalan Gatot Subroto. Kepadatan ken­daraan pada ruas jalan ini mulai terlihat dari arah Cawang menuju Semanggi, tepatnya sejak di lampu merah Pancoran yang mengarah ke Jalan Gatot Subroto. Kendaraan yang akan menuju Gatot Subroto harus antre selepas lampu merah Pancoran.

Kepadatan kendaraan pun ber­tambah ketika memasuki area lampu merah Mampang Prapatan. Tumpukan kendaraan dari arah Pancoran dan Mampang Prapatan bertemu di sini, hingga menim­bulkan kemacetan parah. Antrean kendaraan baik dari arah Pancoran mau pun yang akan berbelok Jalan Gatot Subroto, terpantau mengular hingga 500 meter.


Puncaknya, arus lalu lintas semakin padat saat adanya per­temuan kendaraan yang ke­luar dari Tol Dalam Kota dan kawasan SCBD dengan jalan umum. Pada titik ini kendaraan nyaris tidak bergerak. Kecepatan kendaraan hanya sekitar 5 km per jam.

Tak hanya di Gatot Subroto, kepadatan lalu lintas juga ter­jadi di Jalan Sudirman, tepat­nya di sekitar Patung Jenderal Sudirman. Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Sudirman dari arah Senayan menuju Bundaran HI. Sama seperti di Jalan Gatot Subroto, kecepatan kendaraan di jalur ini hanya sekitar 5 km per jam.

Sementara, arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju Senayan lebih lengang. Tidak terjadi antrean kendaraan pada jalur ini. Kendaraan pun bisa di­pacu antara 40-60 km per jam.

Dampak uji coba penghapusan 3 in 1 ini juga menimbulkan kemacetan yang parah di jam pulang kantor. Pada petang ini, kemacetan arus lalu lintas makin parah di jam pulang kerja.

Pada pukul 18.00 WIB terjadi peningkatan jumlah kendaraan di ruas Jalan Gatot Subroto. Kemacetan tampak terjadi di ruas jalan dari arah Slipi ke Cawang, Jakarta Timur. Kemacetan juga terlihat di ruas Tol Dalam Kota yang mengarah ke Cawang. Di jalur sebaliknya, tampak lancar.

Volume kendaraan di ruas Jalan Gatot Subroto dari arah barat ke timur mengalami pen­ingkatan. Kendaraan nyaris tidak bergerak. Kecepatan kendaraan diperkirakan hanya berkisar 0-5 Km per jam.

Sementara itu arus lalu lintas kendaraan di ruas jalan yang sama di arah sebaliknya, sedikit longgar. Arus kendaraan melam­bat di lingkar Semanggi, imbas pertemuan kendaraan dari arah selatan yang mau ke barat dan dari barat hendak ke selatan.

Di Jalan Sudirman dari arah Bendungan Hilir menu­ju Bundaran Semanggi, arus lalu lintas terlihat lebih padat dibandingkan uji coba yang di­lakukan pagi harinya. Sejumlah kendaraan roda empat hingga sepeda motor nyaris tak bergerak. Kondisi ini diperparah dengan adanya bus yang berhenti cukup lama untuk mencari pen­umpang.

Meski demikian tak ada pen­galihan arus untuk mengurangi kemacetan. Bahkan, hingga ba­tas waktu uji coba berakhir pada pukul 19.00 WIB, kendaraan masih memadati sejumlah ruas jalan yang diberlakukan 3 in 1.

Kawasan di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tampak­nya tak terlalu merasakan pen­garuh dari uji coba penghapusan 3 in 1 yang resmi diberlakukan sejak dua hari lalu. Kondisi lalu lintas tepatnya di depan pusat perbelanjaan Sarinah, sore men­jelang malam terpantau lancar di kedua arah.

Di depan lampu merah perem­patan Sarinah pukul 18.15 WIB, lalu lintas yang mengarah ke Bundaran HI maupun arah se­baliknya terpantau lancar. Begitu juga lalu lintas ke kawasan Tanah Abang. Sementara lalu lintas ke kawasan Kebon Sirih mengalami kepadatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Risyapudin mengatakan, perbe­daan arus lalu lintas saat 3 in 1 diberlakukan dan tidak, sangat ter­lihat. Biasanya, volume kendaraan tidak pernah sepadat saat ini.

"Biasanya lowong kok di sekitaran Polda Metro Jaya ini. Nah, sekarang lihat sendiri dari kantor pajak sudah padat," kata Risyapudin di kawasan SCBD, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. ***

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya