Berita

ist

Kesehatan

Cara Lain Atasi Tumor Otak Tanpa Operasi

MINGGU, 03 APRIL 2016 | 20:30 WIB | LAPORAN:

Tumor otak merupakan penyakit yang menyeramkan, tidak banyak penderita tumor otak pesimis jika penyakitnya dapat disembuhkan. Mengingat penanganan tumor otak melalui pembedahan kepala memerlukan waktu panjang untuk pemulihan pasca operasi.

Menurut Dokter spesialis Bedah Syaraf RS. Siloam Karawaci Dr. Lutfi Hendriansyah, SpBs, penanganan tumor otak kini bisa dilakukan tanpa mekanisme pembedahan tulang tengkorak. Opsi lain yang bisa dilakukan dengan metode Sinar Gamma.

Lutfi menjelaskan, pasien penderita tumor otak khawatir akan penanganan tumor otak karena serangkaian operasi di bagian kepala. Namun, dengan kemajuan teknologi di dunia kedokteran, penderita tumor otak bisa kembali sembuh tanpa harus melewati proses pembedahan kepala.


"Ada opsi, selain bedah konvensional dalam mengobati kelainan di otak. Seperti menggunakan Gamma Knife," ujarnya kepada redaksi, Minggu (3/4).

Menurut Lutfi, meski metode ini dilakukan dengan Sinar Gamma, namun efek samping seperti rambut rontok, mual, dan lainnya pasca terapi radiasi konvensional sangat minim. Bahkan, Gamma Knife memiliki akurasi yang sangat tinggi untuk menjangkau target tumor dari pasien.

"Sudah 400 pasien yang kita tangani. 80 persen tumor jinak, sisanya pasien tumor ganas. Kita juga telah menangani 70 persen kasus tumor otak," bebernya.

Lebih lanjut, Lutfi menambahkan, alat Gamma Knife pertama kalinya di Indonesia baru ada di RS. Siloam Karawaci. Menurutnya, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan penderita tumor otak, sehingga kekhwatiran mengenai tindakan operasi bisa terpecahkan.

"Jika dalam operasi konvesional pasien akan melewati tahapan yang panjang. Kalau operasinya ada ganguan atau komplikasi bisa lama di ICU. Bisa dibayangkan biaya yang dikeluarkan. Kalau menggunakan Gamma Knife biaya lebih terprediksi, dan ini resikonya minim," jelasnya.

Gamma Knife sendiri pertama kali dibuat di Swedia tahun 1968 oleh ahli Neurologi Prof. Lars Leksell dan ahli psikis medis Prof. Borge Larsson. Peralatan yang terdapat di Gamma Knife Center Indonesia (GKCI) merupakan Gamma Knife Perfexion pertama di Indonesia yang diinstal pada 2012 lalu.

Direktur Utama RS. Siloam Romeo F Lledo menambahkan, untuk mendatangkan alat dan fasilitas GKCI, pihaknya menaruh investasi sebesar Rp 50 miliar. Dengan adanya alat tersebut, Romeo berharap bisa membantu penyembuhan pasien tumor otak di Indonesia. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya