Berita

ilustrasi/net

Jangan Sampai MEA Bikin Rakyat Kecil Kian Terpinggirkan

MINGGU, 03 APRIL 2016 | 05:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah juga harus konsen terhadap perkembangan ekonomi secara nasional, khususnya terkait daya beli masyarakat yang menurun, harga sembako yang melambung tinggi serta kelangkaan suplay and demand terhadap kebutuhan masyarakat.

"Belum lagi biaya pendidikan yang semakin mahal dan tidak terjangkau oleh rakyat kecil. Biaya kesehatan yang tak bisa sepenuhnya di cover BPJS kesehatan terutama buruknya pelayanan BPJS jadi problematik baru bagi pemerintah," kata Ketua KomisiVI DPR, Achmad Hafisz Tohir, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 3/4).

Hal tersebut, ungkap Hafisz, jauh lebih penting ketimbang kebijakan yang sifatnya hanya fluktuatif dan bersifat jangka pendek. Hafisz pun mengingatkan, bila kenaikan harga BBM terjadi lagi setelah saat ini diturunkan karena fluktuasi harga minyak dunia dan rencana penghapusan premium ini dilaksanakan maka efek berantainya adalah harga barang kembali naik karena diakibatkan komponen harga barang itu meliputi biaya transportasi dan listrik yang ikut naik.


Ujungnya harga harga jadi tidak terjangkau oleh masyarakat dan berefek pada melemahkan daya beli serta mengurangi konsumsi masyarakat. Akibat berikutnya adalah kegiatan ekonomi melemah dan target penerimaan negara turun karena konsumsi menurun.

"Untuk itu Kami mendesak pemerintah untuk fokus benar mengatasi persoalan ekonomi yang berkaitan langsung dengan hidup rakyat kecil ini. Jangan sampai di berlakukannya pasar bebas ASEAN (MEA), rakyat kecil makin terpinggirkan," demikian Hafisz. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya