Berita

anggota al shabab/net

Dunia

Serangan Udara AS Bidik Pemimpin Senior Al Shabab

SABTU, 02 APRIL 2016 | 07:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Amerika Serikat melakukan serangan lewat udara di wilayah Somalia menargetkan pemimpin senior organisasi teroris Al Shabab.

Al Shabab dianggap AS berpartisipasi dalam serangan mematikan terhadap militer Afrika dan warga sipil Amerika Serikat.

Yang diincar adalah sosok bernama Hassan Ali Dhoore, yang juga digambarkan sebagai tokoh kunci Al-Qaeda.


"Menyingkirkan Dhoore dari medan perang akan menjadi pukulan signifikan untuk perencanaan operasional Al Shabab dan kemampuan mereka untuk melakukan serangan," kata Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook, kepada wartawan, Jumat waktu setempat (1/4) dikutip dari Aljazeera.

Namun, tidak jelas apakah serangan pada Kamis lalu itu berhasil atau tidak. Sedangkan mengutip pejabat anonim di AS, The Associated Press melaporkan bahwa Dhoore dan dua orang lainnya tewas dalam serangan pesawat tak berawak 32 Km dari Jilib di Somalia Selatan, tidak jauh dari perbatasan dengan Kenya.

Dhoore merupakan anggota Al Shabaab Amniyat, atau sayap keamanan dan intelijen organisasi Al Shabab yang terlibat dalam beberapa perencanaan serangan di Mogadishu.

Pentagon mengatakan ia terlibat dalam serangan yang mengakibatkan kematian personil militer Uni Afrika dan setidaknya tiga warga AS.

Pentagon mengatakan Dhoore membantu memfasilitasi serangan mematikan di hari Natal pada 2014 di bandara internasional Mogadishu yang menewaskan sembilan orang, termasuk tiga tentara.

Dia juga terlibat dalam serangan pada Maret 2015 di Hotel
Al Mukarramah yang menewaskan 24 orang tewas, termasuk enam penyerang.

Bulan lalu, AS menyatakan telah melakukan beberapa serangan udara di Somalia tepatnya wilayah Hiiraan, di mana mereka mengklaim lebih dari 150 pejuang kelompok Al Qaeda tewas.

Namun, dua pemimpin al-Shabab yang diklaim tewas dalam serangan itu tak lama kemudian muncul di depan umum
. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya