Berita

tb hasanuddin/net

PENYANDERAAN 10 WNI

TB Hasanuddin Minta Para Pejabat Tak Asal Bicara

RABU, 30 MARET 2016 | 13:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, pemerintah sedang menangani pembebasan 10 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dirompak dan disandera di wilayah perairan Filipina dan sekitarnya .

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, langkah-langkah pemerintah untuk membebaskan 10 WNI ini sudah sangat tepat.

Antara lain dengan melalui tiga upaya penting. Yaitu dengan melakukan kegiatan diplomasi, membentuk tim negoisisasi dan membentuk tim pembebasan ( yang terdiri dari para prajurit TNI )


"Kita berharap ada solusi terbaik," kata TB Hasanuddin beberapa saat lalu (Rabu, 30/3).

TB Hasanuddin juga berharap agar para pejabat di Indonesia tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa mengganggu langkah-langkah yang sedang dilakukan pemerintah. Sebab, harus dicatat, ada 10 nyawa WNI yang harus diselamatkan

"Pernyataan-pernyataan dari para pejabat atau para politikus yang tidak tepat dapat mengundang situasi yang tidak baik dan dapat membahayakan sandera. Kini, serahkan saja kepada ahlinya, termasuk kepada prajurit TNI yang sudah berpengalaman," ungkap TB Hasanuddin.

Di saat yang sama, TB Hasanuddin juga meminta keluarga korban penyanderaan tetap bersabar.

"Kita doakan semoga kembali dalam keadaan  selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing," demikian TB Hasanuddin.‎ [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya