Berita

rachmawati/net

Indonesia Pun Bisa Jadi Negara Kriminal Bila Tax Amnesty Dijalankan

SELASA, 29 MARET 2016 | 09:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di banyak negara, kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty, tebukti gagal. Namun anehnya, Indonesia malah memaksa mau menerapkan kebijakan ini.

"Menteri Keuangan ngotot tetap mau tax amnesty. Padahal  tidak bisa tax amnesty mengatasi ekonomi. Ini pikiran pragmatis hanya karena ekonomi kapitalis im niedergang sedang menukik menuju bangkrut," kata politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 29/3).

Saat ini, ungkapnya, Indonesia ikut pola "besar pasak daripada tiang." Uang belanja negara begitu boros, namun tak jelas priorotasnya. Indonesia pun terjebak utang hingga mencapai Rp 4.000 triliun lebih, dan akan terus bertambah.


Selain itu, sambungnya, penegakan hukum penindakan terhadap korupsi jadi "ayam sayur" seperti kasus mega-korupsi yang menyedot Rp 60 triliun tiap tahun untuk membayar obligor hitam dari uang pajak rakyat. Dan kini, mau menarik dana parkir di luar negeri dengan alasan tax amnesty BLBIdenhan  memberi surat keterangan lunas para koruptor.

"Jadi apabila Indonesia menerapkn Tax amnesty, barang siapa dananya diparkir diluar negeri apakah itu uang hasil korupsi, prostitusi, narkoba ditarik dan berputar di lalu lintas keuangan, maka inherent pula korupsi semakin canggih memainkan money laundr. Jadi tak pelak Indonesia menjadi state crime," tegas Rachma. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya