. Tim Danadyaksa Indonesia SMP Lab School Jakarta berhasil menorehkan keberhasilan di ajang International Folklore Festival dengan predikat juara umum di kategori dancing. Capaian yang luar biasa ini diraih dengan susah payah, dan latihan selama berbulan-bulan.
Tim Danadyaksa, setelah tiba di Barcelona, Spanyol, yang jadi host festival ini, langsung menggenjot latihan. Karena keterbatasan tempat, tim yang berjumlah 44 orang melakukan persiapan sebelum lomba di lobi hotel tempat menginap. Salah seorang personil tim Danadyaksa, Adelia Asyakayla mengungkapkan, mereka sempat diprotes oleh penghuni hotel karena latihan di lobi.
"Kita disuruh banyak diem sama orang hotel, dibilang berisik, disuruh diem karena ganggu," cerita Adelia saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu malam (27/3).
Adelia sendiri saat tiba di Bandara mendapat kehormatan menjadi orang pertama yang diberikan kalungan bunga oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Kemudian ia bercerita, pengalaman di Spanyol yang menurutnya sangat seru. Karena transportasi terbatas, ia bersama rekan-rekannya harus jalan kaki dari penginapan menuju tempat lomba.
"Bagi mereka orang sana sih enggak jauh, bagi kita sih jauh, dari penginepan ke tempat lomba," urainya.
Cerita lainnya, tim Danadyaksa sempat mengira tidak mendapat juara, karena ketika momen pengumuman juara, nama Indonesia tidak disebut oleh MC. Adelia bercerita, ia dan teman-temannya sempat shock dan menangis, karena mengira gagal juara. Ternyata MC menyebut nama Indonesia di ujung pengumuman, ini lantaran Indonesia menyabet gelar juara umum.
"Kita langsung sujud syukur pas diumumin juara. Sebelumnya udah panik, kok gak disebut-sebut nama kita. Yang dari Mesir sama Afrika Selatan sempat nanya ke MC, kok nama Indonesia nggak disebut, MC bilang tunggu sebentar. Eh ternyata kita juara umum," ujar Adelia.
Tim Danadyaksa kemudian karena sudah berada di salah satu kota tercantik di dunia, melakukan city tour keliling Barcelona. Tim ini menyempatkan diri ke Markas Barcelona, Camp Nou yang sangat besar dan megah. Total, tim ini meninggalkan tanah air selama 10 hari untuk berkompetisi di ajang internasional.
Adelia mengaku sangat bergembira atas capaian ini. Apalagi ini adalah pengalaman pertama baginya bertanding di kancah internasional. Ia mengaku ingin terus menari, karena itu merupakan hobinya dari kecil.
"Mau lanjut nari terus, mau ikut lomba-lomba yang lain lagi," kata Adelia girang.
[rus]