Berita

ilustrasi/net

Politik

Indonesia Bagai Menembak Lalat Pakai Bom

SABTU, 26 MARET 2016 | 11:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Indonesia sangat reaktif menyikapi akrobat kapal laut Tiongkok yang menghambat penegakan hukum di perairan Indonesia.

Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes kepada Pemerintah China terkait masuknya kapal penangkap ikan KM Kway Fey 10078 dan kapal coast guard milik mereka ke kawasan perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Padahal, kekayaan alam NKRI sendiri sudah lama dikapling-kapling oleh asing untuk diekspolitasi.


"Ibarat menembak lalat pakai bom, mengejar kapal maling layaknya mau perang, Angkatan Udara, Darat dan Laut dan Bakamla dikerahkan bersiaga," sindir politikus nasional, Rachmawati Soekarnoputri, Sabtu (26/3).

Rachmawati mengatakan keramaian yang muncul akibat insiden itu dikarenakan pemerintah tidak memiliki government policy yang tegas.

"Apa peran Bakamla dengan AL, Kemenlu, Kelautan dengan poros maritimnya?" kata Rachma.

"Grand strategy policy Ketahanan Nasional harus jelas, tidak bisa seperti makan mie instan, overreactive," ungkap dia.  

Pelanggaran China dan reaksi berlebihan Indonesia, lanjut dia, adalah salah satu dampak ketidakjelasan ideologi nasional RI sebagai negara berdaulat.

"Bagaimana di darat saja 50,3 persen aset Indonesia hanya 1 persen dikuasai bumiputera selebihnya dikuasai asing. Buka peta Indonesia yang ada sudah dikapling-kapling dengan bendera asing, termasuk Tiongkok," jelasnya.

Dia menyindir sikap Indonesia tentang kedaulatan bersifat double standard atau ambivalen.

"Jangan bicara lagi harga diri. Memalukan," pungkasnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya