Berita

salah abdeslam/net

Dunia

HOROR PARIS

Warna-warni Masa Lalu Salah Abdeslam

Gay, Ganja dan Video Game
SABTU, 19 MARET 2016 | 11:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Buronan paling dicari di seluruh Eropa, Salah Abdeslam, telah ditangkap dan ditahan di Molenbeek, Brussels, Belgia, Jumat waktu setempat.

Sejak 13 November 2015 ia bersembunyi dari tanggung jawab atas tragedi teror di Paris yang menewaskan 130 orang. Tragedi ini juga dikenal dengan sebutan Horor Paris.

Siapakah Salah Abdeslam? Dia adalah warga Perancis keturunan Maroko yang tumbuh besar di Belgia. Ia lahir di Brussel, 26 tahun lalu.


Saudara lelakinya, Ibrahim Abdeslam (31 tahun) merupakan pelaku Horor Paris yang meledakkan dirinya di restoran Comptoir Voltaire. Saat itu, mereka bertugas menyerang restoran dan bar.

Saat serangan berlangsung, para penyidik yakin bahwa Salah Abdeslam berada di sekitar lokasi memberikan dukungan logistik untuk para penyerang, termasuk menyewa sebuah mobil VW Polo untuk melancarakan serangan ke gedung konser Bataclan.

Menurut koran Inggris, Independent, Salah Abdeslam pernah dua tahun bertugas sebagai mekanik kereta api. Namun ia lebih banyak terlibat dalam kejahatan-kejahatan kecil sehingga lebih banyak menghabiskan hari kerjanya di dalam penjara.

Perampokan bersenjata dan kepemilikan ganja merupakan dua diantara banyak ulahnya. Karena kepemilikan ganja, ia pernah ditangkap dan didenda oleh polisi Belanda pada bulan Februari 2015.

Pada Januari 2015, aparat keamanan Belgia mulai melirik Abdeslam bersaudara setelah Ibrahim melakukan perjalanan ke Turki tetapi kemudian dideportasi oleh otoritas Turki.

Rumor yang muncul setelah serangan di Paris, Salah Abdaslam disebut memiliki ketertarikan pada gaya hidup gay, sering berkumpul di sebuah bar komunitas gay di Brussel. Ia juga sering menghabiskan waktu bermain video game Playstation di sebuah bar yang sebelumnya dimiliki oleh saudaranya, Ibrahim.

Ia juga disebut sebagai penjudi, gemar berpesta, minum minuman keras dan perokok.

Kepada Independent, seorang teman masa kecilnya mengingat ia sebagai penggemar sepak bola dan sepeda motor.

"Aku tidak melihat tanda-tanda kebencian apapun dalam dirinya," ujar sumber.

Teman masa kecil lainnya, Abdelhamid Abaaoud, adalah tersangka dalang di balik serangan Paris. Abaaoud tewas dalam serangan aparat keamanan Perancis setelah serangan.

Sebelum serangan November, Abaaoud diduga lebih dulu mengorganisir sejumlah tindakan terorisme di seluruh Perancis dan Belgia. Ia dituduh merekrut orang untuk bergabung dengan kelompok Islam radikal di Suriah.

Keduanya pernah ditangkap bersama-sama karena perampokan bersenjata pada 2010 dan sangat mungkin mengalami radikalisasi selama di penjara. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya