Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Rachmawati: Rezim Ini Menjungkirbalikkan Logika

JUMAT, 18 MARET 2016 | 16:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemiskinan bangsa sedang berlangsung di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hal itu ditegaskan tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri.

"Tanpa mengindahkan ideologi negara dan konstitusi bangsa yang jelas tegas sesuai cita-cita Proklamasi Indonesia merdeka, jangan harap akan adil makmur bermartabat," ujar Rachmawati.


Putri proklamator Bung Karno ini menyebut pemerintah kerap menggunakan modus pencitraan seperti "blusukan" dan membuat kebohongan publik, atau memanipulasi simbol-simbol tokoh politik sekaliber ayahnya (Bung Karno) tetapi tidak menerapkan ajarannya.

"Rezim ini menjungkirbalikkan logika. Seolah anti KKN, tapi melakukan mega korupsi. BUMN dikritik sebagai korporasi swasta, tapi setidaknya 12 aset negara dijual seperti milik pribadi," ujarnya.

Ia menyamakan pemerintahan ini dengan masa kepemimpinan presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri. Saat itu, terjadi penjualan aset BUMN, skandal mega korupsi BLBI dan amandemen UUD1945 sebanyak empat kali ke arah liberal kapitalis.

"Itulah prima dosa terhdap rakyat dan the founding fathers, dan diteruskan oleh rezim proxy sekarang," ujarnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya