Berita

Agum Gumelar:net

Wawancara

WAWANCARA

Agum Gumelar: Putusan MA Sudah Jelas, Saya Berharap Menpora Bekerja Sama Lah Ya...

KAMIS, 17 MARET 2016 | 08:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nah­rawi masih ngotot mansyaratkan agar pengurus PSSImemenuhi sembilan syarat jika ingin pembekuan PSSI dicabut. Sementara Ketua PSSI La Nyalla Mattalitti eng­gan memenuhinya.

Kondisiini tentunya memicu sikap pesimistis para penggemar bola untuk bisa kembali me­nikmati Liga Indonesia. Lantas bagaimana menyudahi konflik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Vs Menpora ini? Berikut penuturan Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar:

Proses islah Menpora Vs PSSI masih deadlock. Bagaimana ini?
Ya tadi (kemarin, red) saya sudah minta kepada PSSI, untuk segera mengajukan permohonan pertemuan sama Menpora. Ya ki­ta tunggu reaksinya bagaimana.

Ya tadi (kemarin, red) saya sudah minta kepada PSSI, untuk segera mengajukan permohonan pertemuan sama Menpora. Ya ki­ta tunggu reaksinya bagaimana.

Apa langkah itu sudah me­mungkinkan dilakukan?
Sudah waktunya kita mengedepankan kepentingan yang leb­ih besar untuk persepakbolaan nasional kita. Jadi saya minta kepada PSSI untuk bisa segera minta waktu bertemu Menpora, begitulah. Kita tunggu saja nanti bagaimana.

PSSI sudah menyanggupi untuk mengirimkan surat per­mohonan menemui Menpora?
Ya, ya... Akan melalui surat untuk menemui Menpora.

Dulu kan Menpora per­nah menolak bertemu dengan PSSI. Apa nanti Menpora mau menerima?
Itu... Sekarang kan perkem­bangannya sudah seperti ini... Jadi kita dan saya sangat ber­harap semua pihak betul-betul mengedepankan kepentingan yang lebih besar. Di hadapan kita lah untuk persepakbolaan nasional kita ini.

Tapi kelihatannya kedua pihak masih mempertahankan egonya masing-masing?
Nah, oleh karenanya saya menyarakankan seperti itu. Saya harapkan juga Menpora betul-betul memperlihatkan kerjasa manya lah ya.

Kerja sama yang seperti apa maksud Anda?

Ya bagaimana menjalin komu­nikasi yang bagus. Kita bekerja sama dan sama-sama bekerja bagaimana menyelesaikan per­masalahan ini dengan sebaik-baiknya.

Apabila langkah ini masih tetap gagal, apa ada instrumen lain yang disiapkan untuk me­nyelesaikan konflik ini?
Ya saya rasa kalau dari pu­tusan MA (Mahkamah Agung) sudah jelas ya. Bahwa PSSI sudah dinyatakan sebagai sudah aktif kembali ya. Pembekuan tidak sah, berarti PSSI aktif kan. Berarti sudah normal kembali kedudukan PSSI dari segi hu­kum. Nah, itu saja yang harus dipegang. Kan kita ini negara hukum ya. Semua warga negara patut mentaati keputusan hu­kum. Kan begitu.

Putusan MA itu kan aturan hukum kita. Sementara dari instrumen FIFA apakah ada aturan untuk menyudahi perkara ini?
Kalau dari FIFA kan sudah jelas, dia membentuk Komite Ad Hoc ini untuk melaksana­kan reformasi, gitu. Itu sudah jelas keputusan FIFA seperti itu. Nah, reformasi ini hanya akan bisa berjalan kalau semua stakeholder bersatu.

Dan reformasi ini bisa ber­jalan kalau objek yang direfor­masinya juga ada. Kalau PSSI-nya nggak aktif apa yang harus direformasi. Itu keputusan FIFA sudah jelas dong ya.

Kajian Komite Ad Hoc PSSI sendiri, sebenarnya apak­ah diperlukan reformasi di PSSI?
Ya, sesuai dengan apa yang selama ini disampaikan oleh Bapak Presiden, yang tidak puas dengan kondisi sepakbola dan pengaturan skor, ada mafia bola, dan segala macam. Ini yang harus diluruskan, dibenahin. Semua yang tidak benar ya harus kita benahin.

Itu kan pernyataan Presiden. Temuan Komite Ad Hock sendiri bagaimana?
Allahu Rabbi, ini orang PSSI beku begini apa yang bisa ditemukan.

Apa nggak bisa di-cross­check sebelum pembekuan?
Nggak bisa dong. Kalau sebelum pembekuan, Pak Agum juga sebelum pembekuan. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya