Berita

Retno LP Marsudi:net

Wawancara

WAWANCARA

Retno LP Marsudi: Kita Tidak Perlu Bicara Dengan Israel Untuk Dirikan Konsul Di Ramallah Palestina

RABU, 16 MARET 2016 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sempat ditolak otoritas Israel untuk masuk wilayah Palestina, akhirnya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melantik Abu-Shusheh sebagai Konsul Kehormatan (Konhor) di Ramallah, Palestina.

Acara pelantikannya pun digelar sederhana di Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania. Hadir pada acara itu, Menlu Palestina Riyad Al-Maliki, para duta besar negara-negara ASEAN dan OKI, Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq, Duta Besar Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo, serta para tokoh dan pejabat pemerintahan Palestina dan Yordania.

Bagaimana kronologis penola­kan tersebut? Berikut penjelasan Retno saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.


Rombongan Anda ditolak masuk Palestina, bisa jelaskan kronologisnya?
Saat berita tidak ada izin itu kita peroleh tanggal 12 (Maret) menjelang tengah malam, ke­mudian pada tanggal 13 (Maret) pagi, saya terus komunikasi dengan Ramallah maupun den­gan Konsul Kehormatan kita dan Menlu Palestina (Riyad Al Maliki).

Sudah menduga sebelumnya?
Ya, kita sudah menduga akan ada reaksi dari Israel. Tapi saya tetap berusaha keras agar pelan­tikan Konsul Kehormatan tetap terlaksana. Kita sudah ambil keputusan yang saya kira tepat.

Apa keputusannya?

Karena misi yang diberi­kan pada saya oleh Presiden (Joko Widodo) adalah melantik Konsul Kehormatan. Dan itu tetap dapat dilaksanakan dengan kehadiran Menlu Palestina yang lakukan perjalanan via darat dari Ramallah menuju ke Amman.

Artinya, regardless (tak menghiraukan) apapun yang dilakukan Israel untuk tidak men­gizinkan saya masuk ke Ramallah, pelantikan Konsul Kehormatan Indonesia tetap dapat dilakukan di KBRI kita, di Amman.

Pelantikan Konsul Kehormatan tidak direstui Israel?

Saya kan tidak perlu bicara dengan Israel untuk mendirikan Konsul Kehormatan. Ini adalah urusan Indonesia dan Palestina. Dan intinya sekarang mission ac­complished, itu yang penting.

Maksudnya?
Apapun yang dilakukan untuk cegah saya sampai ke Ramallah, untuk menghalangi, ternyata tidak berhasil. Karena pelantikan tetap dapat dijalankan dengan kehadiran Menlu Palestina. Jadi ini merupakan capaian politik yang bagus. Konsul Kehormatan tetap dapat dilantik di Amman dan dapat segera berfungsi.

Seberapa penting pemban­gunan Konsul Kehormatan?
Pembangunan Konsul Kehormatan RI di Palestina penting dilakukan. Apalagi ker­ja sama antara Indonesia dan Palestina di bidang ekonomi berjalan dengan baik.

Selain itu, Konsul Kehormatan penting untuk perlindungan WNI. Berdasarkan catatan, dalam seta­hun ada sekitar 50 ribu WNI yang mendatangi Palestina.

Tugas mendesak apa saja yang harus dilakukan Konsul Kehormatan?
Antara lain masalah ekonomi, walau jumlahnya masih sedikit, tapi jumlah perdagangan kita dengan Palestina menunjukkan tren yang meningkat. Dan pen­ingkatan itu dari 2014 ke 2015, trennya 100 persen.

Saya kemarin bicara den­gan importir tentang instant noodle (mie instan) Indonesia ke Palestina. Untuk wilayah di West Bank (Tepi Barat), Indonesia ek­spor 15 kontainer untuk instant noodle. Dari waktu ke waktu jumlahnya meningkat dan ini tugas Konsul Kehormatan untuk melihat potensi ekonomi.

Hanya masalah ekonomi?
Ada juga mengenai masalah proteksi WNI yang berkunjung ke Palestina. Dalam 1 tahun terdapat kurang lebih 50 ribu WNI yang lakukan perjalanan ke Palestina. Jadi dengan adan­ya Konsul Kehormatan, WNI akan merasa lebih nyaman. Jika terjadi apa-apa, ada kontak orang yang dapat diraih sesegera mungkin. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya