Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Garap Project Loon, Google Mesti Koordinasi Dengan Pihak Navigasi Penerbangan

SELASA, 15 MARET 2016 | 14:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Untuk mengatasi persoalan kelangkaan sinyal komunikasi, terutama di wilayah perairan dan pegunungan Indonesia, pemerintah Indonesia melibatkan Google Indonesia untuk mengatasi persoalan tersebut.

Di beberapa negara, Google telah mencoba menjalankan Project Loon, yakni menerbangkan satelit di udara yang berfungsi menebarkan sinyal ponsel dari jarak 30 ribu kaki. Dengan pengertian sederhana, teknologi ini berupa balon-balon yang berfungsi sebagai mobile tower.

Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menjelaskan, karena balon akan ditempatkan di udara, maka implementasinya harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) sebagai Air Controller.


"Nanti mereka (Google) akan bertemu Nav, supaya berkoordinasi kapan menaikkan satelit, kapan diturunkan, agar tidak berbenturan dengan pesawat," ujar Rizal di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa (15/3).

Proyek yang bertujuan membuat seluruh rakyat Indonesia mempunyai akses terhadap sinyal telepon genggam ini masih dalam tahap eksperimental. Proyek ini dikatakan Rizal harus terjalin kerjasama yang ketat antara pihak Google dan Nav, dimana 30 hari sebelum satelit diterbangkan, sudah harus diketahui oleh pihak Nav agar bisa mengatur navigasi di udara.

Khusus untuk sektor kelautan, Rizal menganggap proyek ini akan sangat bermanfaat bagi para nelayan. Selama ini, nelayan tidak bisa menggunakan alat telekomunikasi modern di laut, atau bisa berkomunikasi jika menggunakan telepon satelit yang harganya mahal.

"Nah dengan adanya ini, mereka bisa dapat informasi tentang cuaca, informasi tentang daerah paling banyak ikan, komunikasi menjual ikan jenis tertentu dimana, ini akan meningkatkan perdagangan ikan," ujarnya. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya