Berita

net

Kesehatan

Kenaikan Iuran BPJS Tidak Jamin Layanan Membaik

SELASA, 15 MARET 2016 | 04:45 WIB | LAPORAN:

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada awal April mendatang belum tentu disusul peningkatanb dalam pelayanannya.

Anggota Komisi IX DPR RI Okky Asokawati menjelaskan, bila hulu dari persoalan BPJS tidak dibereskan maka persoalan akan terus terjadi. Protes dari tenaga kesehatan seperti dokter akan terus muncul yang berujung pada layanan terhadap peserta BPJS tidak maksimal.

"Saya tidak setuju dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut," katanya kepada redaksi, Selasa (15/3).


Menurut Okky, persoalan hulu yang masih terjadi antara lain tidak adanya transparansi manajemen rumah sakit dalam pembagian paket dari BPJS yang didistribusikan kepada tenaga kesehatan maupun untuk obat. Semestinya, manajemen RS adil dalam distribusi paket dari BPJS.

"Oleh karenanya saya meminta Dewan Pengawas BPJS Kesehatan yang baru dipilih DPR harus melakukan pengecekan terkait hal tersebut untuk dilakukan perbaikan," bebernya.

Persoalan hulu lain, pemerintah semestinya juga memberikan insentif kepada RS swasta terkait dengan layanan BPJS Kesehatan. Karena selama ini, pemerintah memberi porsi insentif kepada RS pemerintah. Akibatnya, tidak banyak RS Swasta yang tertarik mengikuti BPJS Kesehatan.

"Padahal kita mafhum, dari sisi layanan dan fasilitas, RS Swasta tidak sedikit lebih baik dari RS pemerintah," jelas Okky.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, masalah lainnya yaitu BPJS Kesehatan semestinya melakukan pemetaan daerah yang padat penduduk dan tidak padat penduduk, daerah yang sehat atau sedikit penyakit serta yang tidak sehat atau banyak penyakit. Untuk membedakan metode pembayaran pelayanan kesehatan terhadap masing-masing wilayah.

"Tujuannya agar tenaga kesehatan dapat mengambil untung karena kapitasi yang tidak terpakai akan diambil oleh tenaga kesehatan," tegas Okky. [wah] 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya