Berita

Nusantara

BUPATI NARKOBA

Warga Ogan Ilir Minta Pilkada Ulang

SENIN, 14 MARET 2016 | 19:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tepat 17 Februari 2016, tujuh Bupati yang memenangkan Pilkada Serentak di Provinsi Sumatera Selatan dilantik.

Namun, baru satu bulan berjalan, Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi telah tertimpa kasus memalukan.

Dia tertangkap tangan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) saat sedang mengkonsumsi narkotika jenis sabu di kediamannya Jalan Musyawarah RT 26 RW 05, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, pada Minggu malam kemarin (13/3).


Kekecewaan warga Ogan Ilir meluap akibat kasus yang mencemarkan nama daerahnya itu.

Salah seorang warga bernama Melly (23), mengatakan, semestinya sebagai kepala daerah, Ahmad Wazir Nofiadi lebih fokus mengayomi masyarakat dan mencontohkan hal baik.

"Tapi, baru satu bulan menjabat sudah berulah dan tertangkap narkoba oleh BNN. Sebagai warga Ogan Ilir kami sangat malu punya pimpinan seperti ini," ungkap Melly, saat diwawancara RMOL Sumsel.

Sebagai warga asli Ogan Ilir, Melly meminta kepada Menteri Dalam Negeri untuk segera memecat AW Nofiadi dan melakukan Pilkada ulang.

"Harus Pilkada ulang. Walaupun Wakil Bupati negatif (narkoba). Dia kan juga tahu kalau Bupati pakai narkoba. Kami tak setuju kalau wakilnya naik," ucap ibu muda ini.

Hal yang sama diutarakan Sumarni (50). Dia pun meminta kepada Gubernur Sumsel segera menunjuk pejabat pengganti.

"Maunya, Kabupaten Ogan Ilir ini pembangunannya berjalan. Ini malah Bupati pesta sabu, bagaimana mau kerja kalau tiap hari pakai narkoba. Pasti tidak fokus," ujar Sumarni.

Dia berharap, pengganti Bupati selanjutnya lebih bersih narkoba maupun kasus korupsi.

"Benar-benar harus dipastikan bersih kalau mau mencalonkan bupati selanjutnya. Jangan seperti ini, buat malu masyarakat saja. Terlebih lagi kami warga Ogan Ilir," kata Sumarni. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya