Berita

Nusantara

Kekayaan NTB Dapat Perhatian Khusus Belarus dan Georgia

SABTU, 12 MARET 2016 | 07:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kekayaan alam Indonesia berupa rumput laut yang dibudidaya dan diproduksi Nusa Tenggara Barat menarik parhatian dan minat Negara Republik Belarus.

Melalui Duta Besarnya, Vladimir Lopato-Zagorsky, Belarus akan membuka kerjasama antara pemerintah dan pengusaha Georgia dengan Pemprov NTB, terkait potensi rumput laut itu. Tidak hanya rumput laut, potensi kopi juga menjadi atensi khusus Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia.

Vladimir Lopato-Zgorsky datang bersama Duta Besar Georgia, Zurab Aleksidze, saat menemui Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi, di Ruang Tamu Gubernur, kemarin. Vladimir mengaku kagum dengan Kota Mataram, keindahan alam dan masyarakat NTB.


Sedangkan Georgia, melalui Duta Besarnya, Zurab Aleksidze, mengungkapkan keinginannya mengembangakan sister city sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Lombok, karena Georgia juga memiliki kegiatan dan daerah wisata yang sangat terkenal di dunia. Salah satu nama kegiatan wisata yang cukup terkenal adalah Ajara.

"Saya harap kita dapat menentukan kawasan mana yang dapat dikembangkan sebagai sister city," ungkap Zurab Aleksidze dalam bahasa Inggris, kepada Gubernur.

Terkait itu, Gubernur NTB menyambut baik pengembangan potensi daerah yang melibatkan pengusaha atau investor lain. Menurut Gubernur, akan dilakukan studi khusus terkait manajemen potensi destinasi wisata. Pariwisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan baik.

Untuk Republik Belarus, Gubernur menaruh perhatian pada perluasan jaringan pemasaran terhadap hasil rumput laut NTB.

"Selama ini pasar rumput laut kita hanya terbatas ke Korea atau Hongkong, China. Kalau ada pasar baru potensial, tentu itu bagus untuk budidaya rumput laut kita," ungkap Gubernur. [ald]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya