Berita

La Nyalla Mattalitti:net

Wawancara

WAWANCARA

La Nyalla Mattalitti: PSSI Sudah Dijagain Sama Mafia Kuat, Nggak Akan Bisa Direbut

KAMIS, 10 MARET 2016 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bos PSSI ini terang-terangan menolak mentah-mentah sembilan syarat yang diajukan Kemenpora. "Nggak ada syara­tan-syaratan. Yang jelas PSSI menang mutlak 3-0. Kalau mau cabut, cabut aja. Nggak mau di­cabut, sudah tercabut oleh MA. Mau apa dia," tantangnya.

Pasca dimenangkan MA, La Nyalla kini fokus menghitung berapa kerugian yang dialami PSSI gara-gara dibekuan oleh Kemenpora. Dia agaknya berniat melakukan gugatan terhadap kerugian tersebut. Berikut pernyataan La Nyalla Mattalitti saat dihubungi Rakyat Merdeka;

Sikap Anda pascaputusan MA seperti apa sih sebenarnya?
Yang jelas saya menunggu. Menunggu masanya kan dalam 21 hari, dicabut (SK Pembekuan PSSI) otoma­tis. Sudah harus jalan. Nah dari situ kita sudah mulai jalan dan persiapan. Harapan saya ya harus dilaksanakan oleh Menpora dong.

Yang jelas saya menunggu. Menunggu masanya kan dalam 21 hari, dicabut (SK Pembekuan PSSI) otoma­tis. Sudah harus jalan. Nah dari situ kita sudah mulai jalan dan persiapan. Harapan saya ya harus dilaksanakan oleh Menpora dong.

Kalau Menpora keukeuh nggak mau melaksanakan?
Dia kan pemerintah, dia harus beri contoh pada rakyatnya dong. Namanya juga pemerintah, negara. Kita ini kan rakyat. Tapi ingat lho, nggak akan ada negara kalau nggak ada rakyat. Jangan rakyat disuruh maunya terus.

Menpora justru sekarang sedang mempertimbangkan untuk PK pu­tusan kasasi MA itu?
Silakan, mau PK kek, mau apa kek, yang pasti ini harus dijalankan dulu. Ini kan sudah inkracht, harus dilaksanakan. Yang mau PK itu mau ngapain, belum tentu itu mau diterima PK-nya.

Sepertinya jalan ini masih pan­jang...
Ya niatnya mungkin memang mau matiin PSSI. Niatnya saja sudah berbeda kok. Kalau niatnya jelek percuma. Berjuang untuk sepakbola itu setengah mati lho, 87 tahun lho umurnya sudah. Saya cuma ingatkan lho, kualat itu nanti dia.

Untuk mencabut SK Pembekuan PSSI, Kemenpora ajukan sembilan syarat, salah satunya percepat Kongres Luar Biasa. Anda mau nggak?
Urusan apa sama dia. Dia itu su­dah kalah kok masih ngasih syarat. Nggak ada syaratan-syaratan. Yang jelas PSSI menang mut­lak 3-0. Kalau mau cabut, cabut aja. Nggak mau dicabut, sudah tercabut oleh MA. Mau apa dia. Ini jangan dipersulit, PSSI sudah menang. Dan sudah nggak butuh dicabut. Sudah tercabut otomatis. Keputusan hukum. Syarat opo me­neh. Malu-maluin.

Ada lagi syarat, agar PSSI menja­min tidak adanya pengaturan skor dan pola kartel. Kan ini memang sempat ada kasusnya tuh, kasus sepakbola gajah?
PSS Sleman itu anggotanya siapa, PSIS itu anggotanya siapa. Itu dulu orang-orang LPI, jangan salah. Bisa jadi toh, orang itu sengaja bikin ulah supaya mendiskreditkan PSSI. Orang-orang yang ngelawan kita semua itu. Ya terjadilah sekarang ini, seka­rang ini terus yang diangkat-angkat. Udahlah, kasih tahu sama dia kalau mau rebut PSSI nggak bisa, udah dijaga sama mafia, mafianya kuat di PSSI... He-he-he.

Ekses dari kasus ini, PSSI rugi banyak nggak?
Oh banyak. Sekarang saya lagi menghitung berapa ratus miliar rug­inya PSSI. Dan saya akan tuntut dia.

Minta ganti rugi sama Menpora?
Pasti. Pak Presidennya juga saya minta ganti rugi nanti.

Kalau ganti ruginya pakai uang rakyat, gimana?
Nggak ada urusan saya. Langsung masukin penjara saja. Pokoknya, negara kita itu negara hukum.

Kalau nanti SK Pembekuannya jadi dicabut?
Saya nggak lagi mikirin dicabut (SK Pembekuan PSSI) atau tidak. Sekarang saya lagi menghitung keru­giannya PSSI.

Perkiraannya berapa?
Bisa Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun. Saya akan tuntut sebesar-besarnya. Dan ini buntutnya panjang lho, boleh tanya ke orang hukum. Itu yang namanya Jokowi, bisa di-im­peachment lho sama rakyat jika tidak melaksanakan undang-undang. Saya sekarang lagi di Mekkah, Senin akan saya surati ke Presiden untuk perin­tahkan Nahrawi (Menpora) segera mencabut. Kalau tidak dilaksanakan, saya akan nuntut kerugian.

Berapa tenggat waktu yang PSSI berikan kepada Presiden?
Ya ada SP1, SP2, SP3. Kalau dia bisa seenaknya sendiri, saya juga bisa. Kita sudah menang kok. Jangan mentang-mentang kita rakyat, dizolimi terus. Jangan. Dia sudah salah, nggak mau menjalankan keputusan hukum.

Tapi, bahasa-bahasa negara tidak boleh kalah dari mafia. Tanggapan anda?

Terus kalau dibilang negara, rakyat apa bukan negara.... Di dalam negara itu kan ada rakyat, ada pemerintah. Kalau dibilang negara tidak boleh ka­lah dengan mafia setuju saya. Rakyat tidak boleh kalah sama mafia. Cuma tanyakan mafianya siapa? Kalau dia ngomong seperti itu sekarang saya minta bukti. Yang mafia itu siapa? Memangnya dia bukan mafia... Yang dia maksud mafia itu siapa?

Oknum di PSSI barangkali?
Dia boleh saja bilang di PSSI ban­yak mafia, saya diamkan. Sekarang saya ngomong, di Menpora banyak mafia gimana...

Ada buktinya nggak?
Kalau dia minta bukti, saya bisa buktikan. Saya akan buktikan nanti... Lho itu Andi Malaranggeng masuk penjara, Sekretarisnya masuk pen­jara. Apa bukan sudah ada bukti itu, logikanya ya. Di dalam PSSI siapa mafianya, tanya aja...

Anda merasa dianggap mafia nggak?

Oh saya Alhamdulillah, senang ka­lau dianggap mafia. Bagus. Kalau dari mulut dia ngomong La Nyalla mafia, oh tak jadi mafia bener dia nanti... Tak adilin dia... He-he-he. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya