Berita

rizal ramli

Penambahan Nomenklatur Kementerian Hanya Masalah Administrasi

RABU, 09 MARET 2016 | 18:31 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Penambahan kata 'Sumber Daya' dalam nomenklator 'Kementerian Koordinator Kemaritiman' semestinya tak perlu jadi perdebatan. Karena itu bukan masalah substansial.

"Buat saja Keppres baru tentang tambahan Sumber Daya di Kemenko Maritim. Ini kan cuma masalah administrasi saja. Bukan masalah politis," ujar pengamat dari
Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia (AEPI), Dani Setiawan, dalam diskusi "Gerhana Kabinet di Pusat Kuasa: Pertarungan Kelompok Liberal VS Pendukung Nawacita" di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (9/3).

Menko Rizal Ramli belakangan ini memang mendapat sorotan. Mulai Juru Bicara Presiden Johan Budi hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla mempersoalkan penambahan kata 'Sumber Daya' tersebut. "Pokoknya tidak ada perubahan sampai sekarang, tetap Kemenko Maritim, titik," tegas JK.

Menko Rizal Ramli belakangan ini memang mendapat sorotan. Mulai Juru Bicara Presiden Johan Budi hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla mempersoalkan penambahan kata 'Sumber Daya' tersebut. "Pokoknya tidak ada perubahan sampai sekarang, tetap Kemenko Maritim, titik," tegas JK.

Di tempat yang sama, pengamat politik Ray Rangkuti mempertanyakan motivasi JK mempersoalkan nomenklatur kementerian yang dipimpin oleh Rizal Ramli tersebut. "Apa motivasinya bilang tidak ada?" ungkap Ray. (Baca: Wajar Saja Reaktif, Kesempatan JK Kuasai Ekonomi Jadi Terbatas)

Apalagi, Presiden Jokowi sendiri tidak mempermasalahkan. "Ketika JK bilang nggak ada itu nomenklatur, tapi Pak Jokowi diam saja kan nggak ngomong apa-apa," tandas Ray.

Kementerian Koordinator Kemaritiman ini baru ada pada masa Presiden Jokowi. Kemenko ini membawahi empat kementerian. Yaitu, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya