Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

PILGUB JAKARTA 2017

Ketemu Mega, Ahok Mentok Di Mekanisme Partai

SELASA, 08 MARET 2016 | 17:28 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengaku sudah berbicara dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, soal rencana pencalonan kembali dirinya di Pilgub DKI tahun depan.

Ketika bertemu Megawati di sela KTT Luar Biasa OKI di Jakarta pada Senin kemarin (7/3), Ahok sempat menyinggung soal komunitas pendukung dirinya, yaitu "Teman Ahok", yang tidak mau menunggu lama kepastian dukungan PDIP.

Kata Ahok, Megawati tidak ingin "Teman Ahok" kecewa atas kerja keras yang sudah dilakukan. Tapi, Mega juga menekankan bahwa partainya memiliki mekanisme sebelum memutuskan dukungan dalam pemilihan kepala daerah.


"Beliau ngomong, enggak pingin teman-teman Ahok itu kecewa," ungkap Ahok menceritakan pertemuan tersebut, Selasa (8/3).

Ahok menyampaikan kepada Megawati, alasan Teman Ahok tidak bisa menungggu PDIP terlalu lama karena para relawan harus kembali memverifikasi ratusan ribu fotokopi KTP yang sudah dikumpulkan.

"Ini anak-anak enggak mau nunggu (PDI-P) nih, Bu. Ya, ini mirip-mirip waktu Bung Karno dipaksa (deklarasi kemerdekaan) kali ya. Bung Karno mau Indonesia merdekanya agak diatur, tapi anak mudanya maksa-maksa," ucap Ahok mengungkap apa yang dikatakannya ke Mega.

Menjawab desakan Ahok, Megawati tetap bersikeras bahwa dukungan kepada Ahok mesti melewati mekanisme prosedur internal partai.

"Aku bilang, 'Bu, mereka butuh surat resmi Ibu untuk mendukung atau mengusung'. Kata Ibu, 'Saya butuh mekanisme partai'," cerita Ahok. [ald]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya