ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Pembangunan Menara BCA dan Kempinski yang menurutnya termasuk dalam kategori bangunan-bangunan lainnya dalam perjanjian, merupakan sebuah tafsir belaka dan sangat bisa diperdebatkan,†kata Direktur Eksekutif Indonesia Law Reform Institute (ILRINS), Jeppri F. Silalahi, kepada wartawan (Selasa, 8/3).
Jeppri yakin, skema kompensasi terhadap PT. HIN akan sangat berbeda bila dalam rencana kontrak BOT itu tercantum pembangunan Apartemen Kempinski dan Menara BCA. Dia mengatakan, tidak mungkin bangunan yang sangat komersil dan menguntungkan didefinisikan sama dengan bangunan-bangunan lainnya dalam perjanjian. (Baca: Pengacara Grand Indonesia: Kejagung Harus Bersikap Proporsional)
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15
UPDATE
Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12
Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07
Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10