Berita

Indah Kalalo:net

Blitz

Indah Kalalo, Bete Macet, Ke Jakarta Kalau Kepepet

SELASA, 08 MARET 2016 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Walaupun telah lama ting­gal dan berkarier di Jakarta, Indah Kalalo justru lebih memilih Bali sebagai tempat tinggal favoritnya. Tepat ras­anya sekarang ia mengajak suami, Ibrahim Justin Werner serta tiga anaknya 'hijrah' ke Pulau Dewata.

"Lebih senang di Bali lah. Ke Jakarta kalau nggak terpaksa karena kerjaan sudah malas, sudah bete banget lihat macetnya," ungkap Indah.

"Kalau Jakarta sudah nggak macet lagi, saya mungkin tinggal di sini. Khusus untuk kerjaan. Tapi kalau untuk kualitas lebih enak di Bali, karena di Bali anak-anak bahagia, tiap bangun tidur bisa lihat pohon-pohon, lari-lari di pantai, aktif banyak kegiatan outdoor-nya. Kalau di sini, masuk mal keluar lagi, masuk mobil, di mobil, dan nungguin," jelas pemain film Kembang Perawan dan Mafia Insyaf ini.


Indah juga menuturkan pengalamannya saat mem­bawa anak-anak ke Jakarta. Ayana, putri pertamanya, yang muntah-muntah saat berada lama di dalam mobil menunggu kemacetan selama tiga jam. Pengalaman tersebut membuat bintang film Bin­tang dari Surga itu lebih betah tinggal di Bali.

"Kalau dulu tinggal di Jakarta kalau macet sudah biasa, ya udahlah ya bisa main handphone. Tapi begitu dari Bali pulang ke Jakarta, pembangunannya semakin banyak, tapi kok nggak kelar-kelar, agak stres juga sih. Tapi kalau stres saya ba­lik ke Bali langsung happy lagi," selorohnya.

Soal karier. Merangkak naik dari jalur modeling, Indah rupanya kadung jatuh cinta. Ia rela dan fokus mengelola merek produk fashion atas nama sendiri.  ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya