Berita

Politik

Jangan Berharap Jokowi Berbuat Lebih Untuk Palestina

MINGGU, 06 MARET 2016 | 16:52 WIB | OLEH: SYA'RONI

RASANYA berlebihan jika mengharapkan Presiden Jokowi mampu merealisasikan janjinya untuk mendukung kemerdekaan Palestina melalui forum  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 yang saat ini sedang dihelat di Jakarta.

Cita-cita tersebut masih jauh dari harapan mengingat kekuatan Israel beserta sekutu utamanya masih menjadi yang terkuat di kancah global. Sementara kapasitas Presiden Jokowi belum teruji sebagai pemimpin dunia.

Tidak relevan jika mengharapkan peran Presiden Jokowi di KTT LB OKI bisa seperti peran Soekarno dalam KAA. Soekarno begitu melegenda dengan KAA karena mampu menjadi inspirasi negara-negara di Asia dan Afrika untuk memerdekakan diri. Soekarno dianggap sudah terbukti mampu membawa Indonesia memasuki gerbang kemerdekaannya. Selain itu, perannya di kancah global sudah sangat diperhitungkan oleh negara-negara adidaya.


Terbalik dengan Presiden Jokowi yang saat ini belum mengukir apa pun di percaturan internasional. Bahkan skandal makelar diplomatik yang sempat mencuat beberapa waktu lalu diyakini sudah mendegradasi wibawa Presiden Jokowi di mata para pemimpin dunia.

Bila Presiden Jokowi ingin merealisasikan janjinya mendorong kemerdekaan Palestina, maka yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah meningkatkan kapasitasnya sebagai pemimpin dunia. Jokowi harus menjelma menjadi pemimpin yang kharismatik dan berkarakter.

Dengan menjelma sebagai pemimpin yang berkharisma dan berkarakter, barulah suara Presiden Jokowi akan didengar oleh para pemimpin dunia. Segala manuvernya pun akan diperhitungkan. Terpenting, Jokowi bisa menunjukkan sikapnya tidak tunduk kepada kepentingan asing.

Hal itu bisa dimulai misalnya dengan tidak tunduk kepada kepentingan Freeport di Papua dan Inpex di Blok Masela. Jangan sampai ada kesan, pemerintahan Jokowi bisa didikte oleh kedua perusahaan tersebut. Selama Jokowi tidak bisa bersikap tegas kepada korporat asing maka jangan berharap Jokowi akan diperhitungkan di kancah global.

Terkait dengan penyelenggaraan KTT LB OKI, saat ini yang lebih realistis dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah memperkuat dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Dukungan untuk mewujudkan kemerdekaan bisa diberikan bersamaan dengan menguatnya posisi Jokowi di kancah internasional.[***]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya