Berita

m. qodari/net

Politik

BLOK MASELA

Qodari: Gaduh Positif Itu Penting Agar Rakyat Paham Mana Kebijakan Terbaik

SABTU, 05 MARET 2016 | 09:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ada dua jenis gaduh atau ribut. Ada ribut yang perlu dan ribut yang tidak perlu.

Demikian disampaikan analis politik yang juga Direktur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu pagi (5/3).

Ribut yang tidak perlu, dia contohkan seperti pada kasus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Marwan Jafar, yang marah-marah karena tertinggal pesawat. Perilaku Marwan waktu itu dikritik oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.


"Ada menteri yang komentari menteri lain karena terlambat naik pesawat. Walau menteri itu salah karena dia menyalahkan direksi penerbangan, maka tak perlu menteri yang lain mengomentari menteri itu karena dia sudah dimarahi publik," jelasnya.

Menurut Qodari, ada gaduh yang sangat perlu. Misalnya terjadi pada isu Blok Masela. Kegaduhan terkait Blok Masela sangat perlu dibuka ke publik karena kaitannya dengan anggaran negara yang besar dan unsur kemanfaatan publik.

"Menurut saya ini bagus sekali. Saya beda pendapat dengan orang yang mengatakan ini gaduh. Menurut saya, ada gaduh positif dan negatif. Positif karena bergizi tinggi mirip gado-gado," terangnya.

Qodari tegaskan, debat mengenai nasib pengembangan Blok Masela atau masa depan Freeport membuka mata publik akan urusan-urusan yang tadinya bersifat sangat tertutup.

"Publik menjadi tahu, menjadi paham, mana kebijakan terbaik. Ujungnya akan kelihatan siapa benar dan siapa salah. Akan kelihatan itu semua persoalan yang selama ini disimpan," jelasnya.

Justru, lanjut dia, rakyat memerlukan orang-orang yang mau menjabarkan isu kepentingan bangsa dan negara yang selama ini tertutup dari publik.

"Kalau debatnya cuma di ruang kabinet apakah kita tahu? Kita enggak tahu. Perlu ada agen-agen yang menjabarkan informasi yang diwacanakan di dalam sehingga kita tahu kebijakan yang terbaik," jelasnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya