Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

Guru Dan Orangtua Siswa Resah, Belum Ada Fogging Usir Demam Berdarah

JUMAT, 04 MARET 2016 | 16:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pihak guru dan orangtua siswa SD Laboratorium, di Jalan Rawa Jaya, Pondok Kopi, Jakarta Timur resah.

Dalam dua pekan terakhir sudah enam siswa di sekolah itu terpaksa dirawat karena demam berdarah.

Namun hingga kini, permintaan pengasapan atau fogging di areal sekolah belum juga dipenuhi.


Pihak guru belum lama ini mendatangi Puskemas Pondok Kopi 1 untuk menyampaikan permohonan fogging.

Tetapi Puskemas mengatakan fogging belum bisa dilakukan karena belum ada keluarga yang melaporkan kasus demam berdarah di sekitar lokasi sekolah.

Masih menurut pihak Puskemas, peraturan Kelurahan Pondok Kopi menyebutkan, fogging baru bisa dilakukan atas permintaan minimal 20 kepala keluarga di areal sekitar sekolah.

"Saat melaporkan kasus demam berdarah yang diderita beberapa siswa, pihak guru membawa surat keterangan dari RS Islam Pondok Kopi. Tapi keterangan itu diabaikan," ujar Wakil Ketua Komite Sekolah di SD Laboratorium, Intansari Fitri, dalam perbincangan dengan redaksi, Kamis siang (3/3).

Anak Ibu Intan adalah salah seorang siswa SD Laboratorium Pondok Kopi yang sempat dirawat satu minggu di RS Islam Pondok Kopi.

"Melihat jumlah kasus di sekolah, baik yang dirawat maupun yang tidak sempat dirawat di RS, kami pihak orangtua siswa dan guru resah. Tolong diperhatikan oleh pihak terkait agar segera ada upaya menghilangkan faktor penyebab demam berdarah di lingkungan sekolah," demikian Intan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya