Berita

Lola Amaria:net

Blitz

Lola Amaria, Kebanci-bancian Hak Pelaku Seni

KAMIS, 03 MARET 2016 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang program televisi yang mempertontonkan pria ke­mayu alias bergaya kewanitaan. Ada tujuh poin yang menjadi sorotan KPI, di antaranya adalah gaya berpakaian, riasan make up, bahasa tubuh dan gaya bicara yang kewanitaan.

Keputusan tersebut mendapat protes dari Lola Amaria. Menu­rut artis, sutradara, produser dan penulis skenario ini, sebe­lum mengeluarkan surat edaran tersebut, KPIharus berdiskusi dengan seniman.

"Iya. KPI perlu bicara dulu dengan para pelaku seni," ses­alnya.


Seni seharusnya tidak bisa dibatasi karena hak setiap orang untuk mengapresiasikan. Lola pun menyesalkan KPI bisa memberikan kebijakan secara sepihak.

"Orang mau berperilaku kela­ki-lakian atau keperempuan-perempuanan (banci) dalam berkesenian itu hak tiap orang, nggak boleh dilarang. Dalam hal ini makanya saya tanya, sejauh mana parameter yang boleh dan nggak boleh," tutur bintang Novel Tanpa Huruf R dan Min­ggu Pagi di Victoria Park ini.

Lola lantas mencontohkan keberadaan penari Didik Nini Towok yang bergaya halus dan lembut saat sedang tampil me­nari di televisi.

"Dia kan bergaya keperem­puanan karena itu seni. Dia menari sebagai Shinta dengan topeng dan memperlihatkan gerakan gemulai. Bukan berarti dia kenapa-kenapa juga kan," bebernya.

Soal lain. Lola mendapatkan pelajaran yang begitu berharga di film garapan teranyarnya berjudul Jingga, yang mengisah­kan tentang tunanetra tersebut. Wanita berusia 38 tahun yang masih single ini mengaku salut dengan mereka yang mempu­nyai keterbatasan dalam melihat, mendengar, berjalan, berbicara dan sebagainya.

"Saya melakukan riset dan mem­pelajari lebih dalam tentang mer­eka. Begitu luar biasanya mereka, bisa mengenali orang hanya dari baunya, bunyi suara, gerak langkah. Berbeda dengan kita yang katanya normal dan sempurna," ungkap Lola. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya