Berita

Syahrul Yasin Limpo:net

Wawancara

WAWANCARA

Syahrul Yasin Limpo: Kalau Maju Harus Yakin Menang, Sayang Banget Kalau Saya Hanya Jadi Penggembira

KAMIS, 03 MARET 2016 | 08:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Meskipun berangkat dari figur daerah, orang nomor satu di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini tidak gentar melawan figur-figur nasional dalam bursa calon ketua umum Partai Golkar. "Apakah Yasin Limpo bu­kan nama besar? Nama besar juga dong," kilahnya.

Dia menolak jika disebut han­ya sebagai calon penggembira. Dia mengklaim, berpeluang menjadi kuda hitam. Lalu apa modal yang dia miliki? Berikut petikan wawancara Syahrul saat ditemui Rakyat Merdeka di Hotel Discovery Jakarta:

Ini kan banyak nama-nama besar yang muncul sebagai calon, ada Setya Novanto, Ade Komarudin, Idrus Marham, Azis Syamsuddin, dan lain-lain. Anda yakin sanggup mengalahkan mereka?
Apakah Yasin Limpo bu­kan nama besar, nama besar juga dong. Saya Ketua Asosiasi Gubernur Seluruh Indonesia. Posisi saya, kepentingan saya adalah menyatunya Golkar, bu­kan untuk sebuah kekuasaan, itu yang beda barangkali ya.

Apakah Yasin Limpo bu­kan nama besar, nama besar juga dong. Saya Ketua Asosiasi Gubernur Seluruh Indonesia. Posisi saya, kepentingan saya adalah menyatunya Golkar, bu­kan untuk sebuah kekuasaan, itu yang beda barangkali ya.

Apa yang membuat Anda begitu yakin untuk maju dan yakin menang?

Ya... Semua yang maju harus yakin menang, kalau nggak menang ngapain maju.

Jangan-jangan Anda hanya penggembira saja?
Oh jangan, sayang banget, saya jadi penggembira.

Lalu, apa pertimbangan Anda berani nyalon?

Pertimbangannya saya ketua DPD, saya menjadi kader Golkar mulai dari kader lurah, dari ca­mat, bupati, saya ketua asosiasi Gubernur se-Indonesia. Masak gubernur-gubernur lain nggak bantu saya, kan.

Dilihat dari peta kekuatan saat ini, apa dukungan yang Anda kantongi sudah melam­paui figur tenar lainnya?
Saya tidak punya kawan, tidak punya kompetitor, saya berte­man semua.

Kepentingan saya adalah un­tuk duduk bersama-sama untuk kepentingan partai. Partai ini untuk negeri, untuk rakyat, itu yang penting.

Selain itu apalagi kepentin­gan Anda?
Partai itu harus bisa menjaga kepentingan rakyat. Partai ini penting dan memang didirikan untuk itu.

Agar bisa menjaga seluruh kebijakan-kebijakan negara dan pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak distorsi.

Caranya?
Ya nggak boleh money pol­itics-lah. Harus memulai lagi dengan cara yang lebih baik. Mengubah paradigma yang tidak betul untuk kepentingan rakyat ini.

Golkar selalu bawa-bawa nama rakyat, tapi kader dan anggota legislatifnya banyak yang terlibat kasus korupsi?

Makanya itu, Munas ini harus menjadi bagian dari membangun komitmen emosional itu.

Cuma untuk itu saja?
Yang paling penting bagi Golkar di Munas adalah mem­bangun konsolidasi, emosional seluruh kader harus menyatu lagi, rekonsiliasi harus terjadi secara maksimal. Nah di situlah posisi kita semua.   ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya