Berita

sutiyoso/net

Pertahanan

Sutiyoso: Travel Advisory Australia Bukan Barang Baru

SENIN, 29 FEBRUARI 2016 | 12:47 WIB | LAPORAN:

Travel advisory yang dikeluarkan pemerintah Australia beberapa waktu lalu dianggap enteng Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso.

"Kami (BIN) sudah mengerti sebelum mereka (Australia)," klaim pria yang akrab disapa Bang Yos ini di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/2).

Travel advisory yang dipublikasikan Pemerintah Australia untuk warganya mengungkapkan ada indikasi terbaru yang menunjukkan aktivitas para teroris mempersiapkan serangan-serangan di Indonesia. Australia juga mengeluarkan peringatan serupa atas Kuala Lumpur, Malaysia.


Meski mengaku sudah mengetahui ancaman gangguan, Bang Yos merahasiakan langkah apa saja yang diambil pihaknya sebagai antisipasi.

Dia hanya mengatakan bahwa BIN sudah memberikan peringatan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Itu saja yang bisa saya jelaskan, bukan barang baru berita itu bagi kami," ujarnya.

Selanjutnya, mantan Ketua Umum PKPI ini malah menyinggung kembali permintaan pihaknya untuk revisi UU Intelijen Negara. UU yang ada saat ini belum memungkinkan BIN menangkap teroris.

"Itulah yang kami minta revisi undang-undang itu, baik oleh kepolisian, BIN, tidak punya kewenangan itu. Tapi sekarang kami tahu jaringan-jaringan (teroris) itu," pungkasnya. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya