Berita

ilustrasi/net

Politik

BLOK MASELA

Terendus Lobi-lobi Senilai 1 Juta Dolar

KAMIS, 25 FEBRUARI 2016 | 12:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Alotnya perundingan di Istana terkait skenario pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela tentu tak lepas dari lobi-lobi di lingkaran dalam pemerintah.

Terdengar kabar bahwa seorang tokoh berpengaruh yang juga mantan menteri, pernah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak manajemen Inpex, perusahaan minyak Jepang yang selama ini berinvestasi di Masela.

Dari informasi terbatas yang didapatkan redaksi, dalam pertemuan antara tokoh berpengaruh itu dengan manajemen Inpex, sempat ada beberapa kali pernyataan yang meremehkan kapasitas Presiden Joko Widodo dalam memutuskan pengembangan Masela.


Seolah, dengan latar belakangnya sebagai pengusaha mebel, Jokowi hanya akan mementingkan harga murah dan keuntungan besar. Setidaknya itu yang coba diyakinkan tokoh lokal tersebut kepada petinggi Inpex.

Narasumber redaksi mengungkapkan, di samping itu, diduga kuat ada aliran dana sekitar US$ 1 juta mengalir kepada dua orang pejabat. Dua orang pejabat ini sangat dikenal sebagai pendukung skenario membangun kilang apung di laut (offshore).  

Redaksi juga mendapat informasi bahwa ada tiga orang setingkat Kepala Divisi di SKK Migas yang sangat ngotot menginginkan pembangunan floating LNG (FLNG) di Blok Masela. Sikap mereka dipandang berubah drastis setelah ketiganya "dikirim" ke Shell pada tahun lalu.

Seperti diketahui, tiga hari lalu, Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, tegas mengatakan, pemerintah akan memutuskan pengembangan lapangan gas abadi blok Masela dengan skenario pembangunan kilang LNG di darat (onshore). Keputusan itu diambil setelah dilakukan pembahasan secara menyeluruh dan hati-hati, dengan memperhatikan masukan dari banyak pihak.

Esok harinya, Jurubicara Presiden, Johan Budi, mengatakan, Presiden Jokowi sangat hati-hati mempertimbangkan banyak aspek terkait Masela. Tidak hanya aspek komersial dan teknis tetapi juga aspek sosial, kultur, ekonomi, hingga pengembangan kawasan sekitar Blok Masela. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya