Berita

Ardi Bakrie/net

Ardi Bakrie: Tidak Harus Selalu Beda, Tapi Tetap Jadi Penyeimbang

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 20:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-8, stasiun televisi berita TV One menyelenggarakan media gathering dengan para wartawan dari lintas media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan (Rabu, 24/2).

Acara itu diisi bincang santai dengan pimpinan TV One, seperti CEO Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie), pemimpin redaksi Karni Ilyas, dan COO David Burke.

Saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL seusai media gathering, Ardi Bakrie sempat menjelaskan misi utama stasiun televisinya.


Ketika TV One lahir delapan tahun lalu, terang Ardi, publik baru mengenal satu stasiun televisi berita. Medianya berdiri sebagai penyeimbang opini.

"Misi utama kami sampai sekarang memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia dengan cepat dan akurat. Untuk itu ada berbagai macam cara. Saya sadari semua orang butuh berita. Tapi ketika kami lahir, TV berita itu jarang ditonton karena bahasanya 'berat'," terang Ardi.

Melihat kenyataan itu, media yang didirikannya lahir dengan misi penting menyajikan berita dengan bahasa sehari-hari.

"Bahasa yang ringan dan mudah dipahami masyarakat luas," jelas Ardi.

Memahami benak publik yang kerap menilai skeptis stasiun-stasiun televisi berita yang dimiliki kekuatan politik tertentu, Ardi menekankan bahwa dirinya selalu tegas menjaga agar stasiun televisinya tetap dipercaya publik.

"Dari awal saya membangun "Tembok Cina" antara manajemen dan redaksi. Redaksi di bawah Pak Karni Ilyas, harus independen. Kami tidak harus selalu berbeda, tapi tetap menjadi penyeimbang," katanya.

Ia menyadari membangun stasiun TV berita bukan hal enteng. Bahkan kritik publik selalu jadi makanan sehari-harinya. Namun, ia memahami itu sebagai konsekuensi sebuah media massa yang terus bertumbuh dan kian matang.

"Sampai sekarang, kepercayaan publik kepada kami tetap begitu tinggi," klaimnya. [rus]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya