Berita

gatot dan evi/net

Hukum

Gatot Pujo Tuding Tengku Erry Sebagai Dalang Kasusnya

RABU, 24 FEBRUARI 2016 | 18:06 WIB | LAPORAN:

. Gubernur Sumatera Utara (nonaktif) Gatot Pujo Nugroho menyebutkan sangat kental muatan politis dalam kasus yang menjerat dirinya dan istri Evy Susanti.

Bahkan Gatot menilai ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk melengserkan dirinya dari jabatan Gubernur Sumut.

Penilaian Gatot tersebut didasari atas manuver dan kepentingan politik Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. Mengingat Erry yang diduga sebagai penggerak pelaporan kasus Dana Bansos ke Kejaksaan.


"Peristiwa ini lebih banyak nuansa politik. Ini berdasarkan bukti yang kami temukan di lapangan. Salah satu yang kami temukan adalah saudara Wakil Gubernur Sumatera Utara (Tengku Erry Nuradi)," ungkap Gatot saat membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/2).

Lebih lanjut, agar persaingan politik tidak meluas, Gatot berupaya menyelesaikannya melalui jalur islah. Apalagi, kata Gatot, Wakil Gubernur Sumut dan petinggi Kejaksaan Agung sama-sama kader Partai Nasdem.

Menurut Gatot, pendekatan islah inilah yang bisa menyelesaikan persoalan yang tidak memiliki dalih dalam sisi hukumnya.

"Kenapa islah penting? Karena Wakil Gubernur (Erry) adalah Ketua DPW Nasdem Sumut dan penegakan hukum di kejaksana adalah kader Nasdem (M. Prasetyo). Maka islah ini kami sampaikan agar bisa dicabut (kasus dugaan korupsi Dana Bansos)," imbuhnya.

Seperti diketahui, Gatot beserta istrinya Evy Susanti dituntut hukuman masing-masing 4,5 tahun dan 4 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum KPK menganggap keduanya terbukti melakukan penyuapan kepada hakim PTUN Medan, serta kepada mantan Anggota DPR/mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya